Fraksi-Fraksi DPRD Soroti PAD Banyuwangi

Fraksi-Fraksi DPRD Soroti PAD Banyuwangi

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)– Terkait nota penjelasan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2018 Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sebelumnya, Pendapatan asli daerah (PAD) Banyuwangi paling mendapat sorotan) DPRD Kabupaten Banyuwangi, pada rapat paripurna Rabu (19/06/2019).

Semua Fraksi (tujuh fraksi) pada rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Hj.Yusieni, dan dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko,S.Sos, Sekretaris Daerah, Drs. Djadjat Sudrajat,M.Si, Asisten Bupati, Jajaran Kepala SKPD, Camat, Lurah se Banyuwangi itu menilai PAD Banyuwangi tidak sesuai target serta kalah dari tahun sebelumnya harus dipacu untuk ditingkatkan.

“Realisasi pendapatan dari pajak dan retribusi yang jauh dari target, patut mendapatkan perhatian serius, mengingat PAD tersebut merupakan potensial income yang masih besar peluangnya untuk terus digali dan ditingkatkan, “ kata juru bicara fraksi Gokar – PAN Umi Kulsum,SH Umi Kulsum dihadapan rapat paripurna.

Padaha l menurutnya, potensi PAD cukup besar. Peraturan Menteri Keuangan No. 119/PMK.07/2017 tentang peta kapasitas fiskal daerah, Kabupaten Banyuwangi termasuk kategori sangat tinggi.

Hal hampir senada disampaikan fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Melalui juru bicara H Sugirah prosentase PAD ditahun 2018 dibandingkan dengan tahun 2017. PAD tahun 2017 terealisasi sebesar 84,55 persen dari target, sedangkan ditahun 2018 hanya tercapai 72,11 persen.

“Dalam rapat kerja bersama, eksekutif merasa optimis PAD tahun 2018 bisa tercapai 84 persen, “ ungkapnya

Sugirah juga menyorot Laba bersih Perusahaan Umum daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi tahun 2017 yaitu 6,8 miliar, tahun 2018 naik jadi 13,4 miliar. “Namun sumbangsih terhadap PAD justru turun dari 4 miliar ditahun 2017 menjadi 2,9 miliar ditahun 2018,”tambahnya.

Sementara itu, ketua fraksi Demokrat melalui Julies Setyo Puji Rahayu menyebutkan PAD 2018 yang hanya terealisasi 72,1 persen merupakan capaian prosentase terendah sejak tahun 2010.

“Realisasi PAD banyuwangi tahun 2018 sebesar 450,1 miliar, tapi hanya mampu menyumbang 15 persen dari jumlah pendapatan daerah , “ ucap julies Setyo Puji Rahayu.

Menurut Julies, Pada tahun 2018 secara nasional sumbangan PAD sebesar 20,1 persen. Sedangkan wilayah Jawa Timur, sumbangan PAD 38 kabupaten/kota terhadap seluruh pendapatan daerah tahun 2018 mencapai rata-rata 28,5 persen.

Fraksi PKB yang dibacakan, Inayanti Kusumasari menilai capaian PAD sebesar 450 miliar dari target anggaran sebesar 624 miliar atau 72,11 persen. Prosentasenya jauh lebih kecil dibandingkan dengan prosentase perolehan PAD tahun 2017 mencapai 84,55 persen.

“Walau secara nominal anggarannya lebih besar namun kurang sebanding dengan perkembangan daerah, khususnya dibeberapa sektor yang terus digalakkan oleh Pemerintah Daerah, seperti beberapa event serta pengembangan pariwisata yang dilakukan selama ini, ternyata belum berdampak, ‘ kata Inayanti Kusumasari. Pandangan Umum

Namun demikian Fraksi PKB menilai positif eksekutif relisasi belanja dan transfer daerah.

Sementara itu, fraksi Gerindra-Sejahtera melalui, Neni Vianti Dyah Martiva berpendapat kurang optimalnya eksekutif memaksimalkan pendapatan daerah serta masih tergantung dana transfer pusat yang cukup besar.

Sementara itu, Pandangan Umum fraksi Partai Persatuan Pembangunan melaului H.Bashir Khadim realisasi PAD tahun 2018 ada anggaran sebesar anggaran sebesar 174,1 miliar yang belum tercapai.

“hanya 72,1 persen dari target, sangat miris bahkan sporadis, padahal penopang yang sekaligus merupakan indikator pendukungnya masih sangat mungkin dioptimalisasikan, seperti pajak dan retribusi daerah pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan,“ katanya.

Sedangkan Fraksi Hanura-Nasdem Meski tak mencapai target 624,1 miliar, kerja keras eksekutif menghasilkan 450 miliar harus diapresiasi. (*kin).

Komentar

comments