Evaluasi ! Uber Gagal Ke semifinal, Tropy Piala Thomas Kian Jauhi Indonesia

Evaluasi ! Uber Gagal Ke semifinal, Tropy Piala Thomas Kian Jauhi Indonesia

Faktanews.co.id.-(Sport)- Partai final Piala Thomas 2018 Laga ersebut akan berlangsung pada Minggu (27/5) di Impact Arena Bangkok, mulai pukul 13.00 waktu setempat. akhirnya menghadapkan Jepang dan Tiongkok.

Dilaga piala uber juga tak ada merah putih dalam perebutan juara menyusul kalah dulu diperempat final oleh tuan rumah Thailand.

Thomas Cup 2018 Indonesia harus terhenti di semifinal karena ditundukkan Cina 1-3, di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Jumat (25/5/2018) malam.

Di semifinal melawan Cina, Indonesia kehilangan poin pertamanya dari pemain tunggal, Anthony Sinisuka Ginting. Berhadapan dengan Chen Long, Anthony kalah 20-22 dan 16-21. Namun setelahnya, pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil menang mengatasi Liu Cheng/Zhang Nan. Posisi pun menjadi imbang 1-1.

Sayang di partai berikutnya, Jonatan Christie tak berhasil mengamankan kemenangan. Ia kalah dari Shi Yuqi, 21-18, 12-21 dan 15-21.

Di partai keempat, Indonesia kembali kehilangan poin setelah Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan kalah dari Li Junhui/Liu Yuchen. Hasil ini membuat Indonesia kalah 1-3 dan memastikan Indonesia gagal ke Final untuk merebut tropy juara.

Ini memperpanjang penantian Indonesia membawa kembali Piala Thomas (terakhir direbut Indonesia tahun 2002 silam).

“Dari hasil hari ini memang harus kami akui, bahwa tim Tiongkok masih lebih kuat. Dari awal semua sudah berjuang maksimal. Pertama dari Anthony, dia punya kesempatan, sudah ketat-ketat, tapi di akhir harus mengakui keunggulan Chen Long,”jelas mantan Ratu Bulutangkis Dunia Susy Susanti, yang saat ini menjadi manajer tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2018.

Secara keseluruhan menurut Susy, menilai Anthony sudah cukup baik. Hanya menang di poin-poin kritis ada beberapa kesalahan yang membuat kalah. Semua sudah bermain maksimal, tapi lawan cukup baik.

Begitu pula Kevin/Gideon sudah tampil cukup baik. Tunggal putra kedua, Jonatan sebenarnya punya kesempatan. Game pertama menang. Saya rasa salah satu kuncinya adalah kalau dia bisa mempertahankan iramanya. Tapi di game kedua berubah dan game ketiga dia agak sedikit tertekan.

“Kami memang berharap di ganda kedua, tapi ternyata pemain Tiongkok memang main dengan bagus. Dari situ memang semua yang dilakukan para atlet sebetulnya sudah maksimal secara keseluruhan, tapi mereka lebih baik. Ya inilah hasil yang bisa kami dapat, bahwa kami harus sampai di sini,” lanjut Susy.

“Hasil ini memang tidak sesuai dengan harapan. Karena paling tidak kami ingin mempertahankan hasil tahun lalu (runner-up, red). Tapi saat ini dengan rangking keseluruhan, kami seeded tiga. Ini juga mempengaruhi. Kalau dilihat kekuatan yang merata itu ada di Cina, baik tunggal maupun ganda. Mungkin kalau ketemu Jepang, peluangnya lebih besar. Lawan Denmark pun bisa,” kata Susy

Susy mengatakan, timnya masih harus melakukan beberapa perbaikan dengan penampilan yang lebih baik. Konsistensi merupakan salah satu aspek yang Susy sorot di sektor ganda. Sementara di sektor tunggal, Susy berharap pemain Indonesia bisa sejajar dengan pemain elit dunia.

“Saat ini persaingan sangat ketat. Di ganda harus lebih konsisten lagi, sedangkan tunggal kami masih ada PR bagaimana untuk meningkatkan performa, konsistensi, permainan lebih matang lagi. Sejauh ini sudah ada peningkatan tapi masih belum konsisten. Masih belum bisa sampai melewati elit dunia. Seperti misalnya Anthony saat bertemu dengan Lee Chong Wei sudah ramai, tapi di akhir saat poin kritis akhirnya kalah. Kalah pengalaman, kalah matang dan juga jam terbang,” ungkap Susy. (Ab/hay).

Komentar

comments