Empat Mobil GMBI Masuk Mapolresta Banyuwangi Berakibat Ricuh

Empat Mobil GMBI Masuk Mapolresta Banyuwangi Berakibat Ricuh

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)– Menyusul empat mobil yang salah satunya berciri Doreng Orange serta ditumpangi beberapa orang berseragam tertentu masuk begitu saja melalui pintu gerbang memicu Kericuhan di halaman pintu masuk Polresta Banyuwangi, Jawa Timur sekitar, pukul 11.00 (27/11/2019).

Sejumlah orang diluar Mapolres mendengar kericuhan berhamburan kericuhan masuk melihat langsung kejadian.

Faktanews.co.id yang kebetulan dilokasi melihat sejumlah petugas jaga dan tamu yang belakangan diketahui dari atributnya adalah dari ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) adu mulut serta reaksi fhisik dari kericuhan itu.

Sebagian aparat lainnya mengumpat kepada pria berseragam GMBI yang terus memberi alasan kenapa dirinya masuk halaman Mapolres yang sudah diberi papan larangan roda empat masuk.

“Kamu mau kemana mau menghadap siapa kok beramai ramai begini masuk tanpa permisi,” kata salah satu Polisi.

Argumen-argumen mereka yang akhirnya memantik situasi membuat beberapa aparat kepolisian yang sedang berdinas keluar  dari keruangan menyaksikan kejadian di satuan di pos jaga dilantai bawah ruangan Provos tersebut.

Suasana semakin memanas ketika entah siapa yang memulai diketahui sepasang tangan petugas berkaos sempat berupaya mendekati leher salah satunya untungnya dengan cepat pula banyak tangan lainnya berupaya melepaskan dan melerai.

Usai bisa dilepas satu diantaranya sempat dihampiri untung sejumlah yang lainnya berusaha melerai kembali sehingga tidak terjadi upaya percobaan kekerasaan lanjutan.

“Jangan main kasar begitu, kita akan memutar balik untuk keluar,”kata salah satu diantara anggota GMBI disela-sela yang lain mendinginkan suasana sedangkan diantara yang lainnya menjauh dari kericuhan.

“Kalau bertamu, jangan nyelonong saja, ini kantor ada aturannya saya kasi Propam saya pengaman disini,”kata Kasi Propam Polres Banyuwangi Sunyoto bersuara tinggi meminta semua menghentikan kericuhan.

Aksi ini akhirnya agak reda ketika adzan dhuhur berkumandang di masjid Mapolres.

Aksi kericuhan itu berujung agar mereka menunjukkan identitas KTP sebelum akhirnya mereka menjelaskan tujuannya.

Mereka akhirnya juga menjelaskan ingin menghadap Kapolresta Banyuwangi atau Kasatlantas karena menurut mereka GMBI ada yang perlu dibicarakan mendesak.

Sejumlah perwakilan mereka akhirnya dipersilahkan masuk disatu ruangan diarea Pengurusan SIM dan sekitar 45 menit kemudian ketua GMBI Subandi dengan beberapa orang anggotanya keluar.

“Saya tidak terima, saya akan melakukan demo besar-besaran kalau perlu rekan kami dari daerah seluruh Jatim akan demo di sini,”kata Subandi.

Sementara itu, Kasi Propam Polres Banyuwangi Ipda Sunyoto enggan menjawab seputar kejadian tersebut.

“Saya tidak berkenan biar atasan menjelaskan atau saya akan menjelaskan atas perintah atasan,”katanya.(kin).

Komentar

comments

Tagged with