Eks Direktur Garuda Indonesia Terlibat Korupsi Lintas Negara, Yakin Tak Pengaruhi Kredibilitas

Faktanews.co.id.- Meski Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan mantan Dirut Garuda Indonesia, Emirsyah Satar sebagai tersangka kasus suap pembelian mesin pesawat keluaran Rolls-Royce Plc.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meyakinkan kasus ini tidak akan berpengaruh pada kredibilitas salah satu perusahaan penerbangan terbaik di Indonesia, Garuda Indonesia.

“Kalau Garudanya sendiri tentunya sebagai perusahaan publik tentunya harus good corporate governance. Ini ada pak Deputi (Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan, Gatot Trihargo) yang bertanggung jawab untuk Garuda Indonesia,” ujarnya saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta.

Menteri Rini menjelaskan bahwa pihaknya tetap mengikuti proses hukum yang berlaku. “Saya mengikuti saja proses hukumnya. Mengikuti saja akhirnya bagaimana,” kata Menteri Rini.

Hal hampir senada di katakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, menurutnya kasus itu tidak akan mengganggu operasional BUMN penerbangan tersebut. Sebab, kasus tersebut bukan milik korporasi, tetapi individu.

“Kalau pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi itu urusan individual. Jadi saya fikir tidak ada gangguan,” yakinnya.

Menteri Budi pun memberikan apresiasi atas kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan terus menghargai proses hukum kasus suap mesin jet ini. “Ya saya pikir pertama kali menghargai dan mengikuti yang dilakukan sebagai upaya kita perbaikan negara kita,” paparnya.

Sementara itu,  maskapai  PT Garuda Indonesia (Persero) memesan enam armada pesawat jenis Airbus A330-200 di pameran kedirgantaraan “Farnborough Airshow”  di London, Inggris pada tahun 2010 lalu.

Hal ini merupakan pengembangan jaringannya Pesawat layanan tujuan penerbangan internasional Asia – Pasifik, Timur Tengah dan Eropa.

Saat itu, Pengumuman pemesanan pesawat dilakukan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan President & CEO Airbus Tom Enders dengan disaksikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bhakti.

Pesawat baru Airbus A330-200 ini nantinya akan dibagi dalam dua kelas layanan, yaitu kelas bisnis dan kelas ekonomi untuk kota–kota tujuan di wilayah Asia-Pasifik, Timur Tengah dan Eropa.

Sementara itu, Penetapan mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar sebagai tersangka kasus suap berdampak sentimen negatif. kemarin, harga saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dibuka merosot 1,1 persen atau 4 poin ke level Rp 342.

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif mengatakan, kasus suap lintas negara dengan nilai mencapai Rp 20 miliar. Menurutnya, pengusutan kasus ini tidak mendadak karena sudah dilakukan sejak tahun 2016 lalu.

Kasus dugaan suap itu terjadi saat Emir menjabat sebagai Dirut Garuda Indonesia. Antara 2005 sampai 2011. “Yang jelas pengadaannya berbeda-beda,” kata Laode 19 Januari 2017. di Gedung KPK. (me/hay)

Komentar

comments

Tagged with