Ekoturisme, Bawa Banyuwangi Juara I Strategi Pengembangan Wisata Tingkat Dunia

Bramuda dan Tropy

Bramuda dan Tropy UNWTO

Faktanews.co.id.(Madrid)- Inovasi pengembangan pariwisata yang dilakukan Pemkab Banyuwangi mendapat apresiasi, pengakuan bukan lagi hanya dilevel local maupun nasional kali ini pengakuan diraih pada level dunia .

Terbukti The United Nations World Tourism Organization (UNWTO) sebuah Organisasi dibawah PBB yang menangani pariwisata memberikan tropy juara I. pada 20 Januari 2016 waktu Spanyol atau 21 Januari 2016 waktu Indonesia.

Dalam acara yang diselenggarakan sejak 18 Januari 2016 Di Madrid Spanyol tersebut, UNWTO memasukkan Banyuwangi sebagai salah satu nominator UNWTO Awards for Exellence and Innovation in Tourism untuk kategori “Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan”. Banyuwangi menjadi nominator.

Selain Banyuwangi, dalam ajang ini, ada dua wakil Indonesia yang juga turut menjadi finalis di dua kategori lain, yaitu Garuda Indonesia dan Yayasan Karang Lestari. Garuda Indonesia berhasil mendapatkan nominasi Innovation in Enterprises dengan program ‘Bali Beach Clean Up’, dan Yayasan Karang Lestari melalui program ‘Coral Reef Reborn’ yang akan bertanding dalam katregori Innovation in Non-Governmental Organizations. Nominator lainnya datang dari Brazil, Lithuania, Spanyol, Swiss, Kamboja, Nepal, Afrika Selatan, Kroasia, dan Korea Selatan.

Para finalis dalam ajang ini disaring dari 109 program lainnya yang digagas oleh negara-negara anggota UNWTO. UNWTO saat ini beranggotakan 157 negara, 6 anggota asosiasi, dan 480 anggota afiliasi dari sektor swasta, lembaga pendidikan, dan otoritas pariwisata.

Menurut informasi yang diterima faktanews.co.id sebagai nominator, Pemkab Banyuwangi sebelumnya diberi kesempatan untuk mempresentasikan bagaimana kebijakan Banyuwangi dalam mengembangkan konsep pariiwisata berkelanjutan pada 18 Januari 2016 dalam acara 12th UNWTO Awards Forum di Madrid, Spanyol.

Hasilnya, Pemaparan strategi Pemkab Banyuwangi dan kunci suksesnya membangun pariwisata. Mulai dari bagaimana daerah mengidentifikasi potensi wisata yang dimilikinya, menjaga kearifan lokalnya, hingga bagaimana pengembangan pariwisata bersama stakeholder dilakukan. Membuahkan hasil diluar dugaan dengan menyingkirkan tiga negara lainnya, Medellin (Kolombia), Kenya, dan Puerto Rico.

Pengumuman dan Tropy

Pengumuman dan Tropy UNWTO Penghargaan Yang Diterima Banyuwangi

Pemenang dan runner-up sudah diumumkan pada 20 Januari bersamaan dengan pelaksanaan Madrid international Tourism Trade Fair,

“kita Banyuwangi menyabet predikat Juara Dunia 2016 di ajang 12th UNWTO AWARDS. Banyuwangi keluar sebagai “The Winner of Re-Inventing Government in Tourism” dalam kategori UNWTO Awards for Innovation in Public Policy Governance atau Inovasi Kebijakan Publik dan Pemerintahan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda.

Menurut Bramuda, Catatan menunjukkan, dalam empat tahun terakhir, sektor pariwisata di Kabutapen Banyuwangi, Jawa Timur, terus menggeliat. Salah satu yang menjadikan faktor penentu perkembangan pariwisata Banyuwangi adalah dicanangkannya program ekoturisme.

Ekoturisme merupakan konsep wisata yang menyajikan kondisi di suatu daerah secara apa adanya dengan memperhatikan daya dukung dan konservasi lingkungan yang berkelanjutan. Konsep ekotursime yang diterapkan Pemkab Banyuwangi berpatokan pada dua hal, yaitu budaya dan keindahan alam.

Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, Pemkab Banyuwangi bahkan telah melakukan berbagai perbaikan, mulai dari infrastruktur, destinasi, sarara dan prasarana, hingga kemasan promosi yang menarik. Tak hanya itu, Pemkab Banyuwangi juga telah menyiapkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan bisa bersaing secara global.

“Di Banyuwangi juga telah digelar kursus bahasa asing gratis berbasis desa yang diikuti lebih dari 2.600 warga pada 2015. Kemampuan bahasa asing itu diharapkan bisa mengikuti laju perkembangan wisata yang semakin kencang,” jelas lelaki yang akrab dipanggil Bram. (makin)

Komentar

comments