Dua Tahun Dijadikan Bamper, Forum Komite Sekolah Tolak Droping Seragam Sekolah

Dua Tahun Dijadikan Bamper, Forum Komite Sekolah Tolak Droping Seragam Sekolah

Faktnews.co.id.- (Pendidikan)- Tak ingin kecolongan dan selalu menjadi kambing hitam seperti tahun-tahun sebelumnya, Komite sekolah SMA/SMK Kabupaten Banyuwangi mengambil sikap menolak keras adanya dugaan droping kembali pengadaan seragam SMK/SMA di Banyuwangi dari Dinas Pendidikan Propinsi Jawa timur.

Dalam rapat yang dihadiri oleh hampir semua anggota Forum Komite Kabupaten Banyuwangi, mereka menilai droping seragam sekolah merupakan pelanggaran.

“Kalau itu dilakukan pihak Dinas dan Kepala Sekolah melanggar terhadap PP No. 17/2010. Tentang Larangan pihak sekolah tidak boleh berdagang,”papar salah satu pengurus Forum Komite Banyuwangi Drs. H. Nanang Nur Ahmadi, usai rapat dan berbuka bersama di Cafe Simpang Tiga Rogojampi, selasa malam (29/5/18).

Ketua LSM Suara Bangsa Suyoto Saleh mengatakan, segala permasalahan sekolah harus dimusyawarah dengan Komite dengan transparan.

“Kalau ada masalah ditinggal begitu saja, (Komite jadi bamper) yang disuruh maju kedepan, yang mendapatkan sesuatu tidak berani menghadapi,” ungkap Yoto.

Sementara itu, Pada kesempatan membaca hasil kesimpulan rapat, Ketua Forum Komite Kabupaten Banyuwangi Misnadi SH mengatakan, akan menemui Kepala Cabang Dinas Kabupaten untuk koordinasi terkait adanya informasi dan temuan droping seragam ke sekolah.

”tadi kita rapat saling memberi masukan dan ada komite mengetahui menemukan adanya droping seragam tanpa sepengetahuan Komite Sekolah, dan hal tersebut sudah berjalan dua tahun ini,”ungkap Misnadi SH.MH.

Untuk itu menurut Misnadi, Forum Komite yang menanggung akibat harus berhadapan langsung dengan masyarakat.

“Kalau dilakukan itu masuk Gratifikasi pada intinya droping pengadaan seragam kami tolak,”imbuh Misnadi.

Lebih jauh, pihaknya berharap segera menemukan solusi karena bila hal ini masih saja tetap dilakukan akan menjadi masalah.

”Kita besok (Rabo) menemui Kepala UPT Diknas Jatim Banyuwangi, jika pihak kepala sekolah dan Dinas masih saja bertahan, ya kita serahkan kepada pihak berwenang karena sudah ada aturan dan tupoksinya,”pungkasnya. (kin).

Komentar

comments

Tagged with