Dua Jaksa Dituduh Memeras, Korupsi Bedah Rumah Tetap Jalan

Jpu. Elsius Sakalory SH.

Jpu. Elsius Sakalory SH.

Faktanews.(Banyuwangi)– Ditengah kontroversi pemerasan jaksa yang menangani kasus korupsi bedah rumah desa banjarsari kecamatan Glagah Banyuwangi, dipastikan kasus tersebut tetap berjalan jaksa yang yang menangani kasus tersebut juga nampak tenang – tenang saja.

“kasus tetap jalan, kita tinggal menunggu hasil audit,” kata jaksa Elsius Sakalory diruang kerjanya. (28/5).

Pekan lalu kasus bedah rumah tersebut menyisakan informasi dan bukti adanya pemerasan oleh 2 jaksa masing – masing Jaksa yang menangani dari penyelidikan hingga penyidikan Salah satu saksi kasus korupsi bedah rumah kelurahan Banjar sari kecamatan Glagah Banyuwangi Misri mengklaim telah diperas jaksa Elsius Sakalori dan Ari Dewanto.

Jaksa yang elsius sakalory meminta dana 80 juta sementara Satu jaksa lagi yang pernah ikut dalam Tim Penyelidikan juga terbawa meminta sejumlah dana kepadanya senilai 20 juta

Pemilik toko (UD) Pondok Tresno selaku penyedia bahan material bangunan dalam bedah rumah tersebut menuduh dua jaksa yang tersebut meminta sejumlah dana total 100 juta.
Pembayaran kepada dua oknum jaksa tersebut dilakukan dengan cara bertahap dan ditempat berbeda.

Menurut Misri dia membayar dana sebesar 20 juta kepada jaksa Ari Dewanto pada saat itu komunikasinya dengan alibi pinjam untuk urusan mobil, dana tersebut diberikan di rumah dinas Kejari Banyuwangi.
Berikutnya Misri membayar kepada jaksa Elsius Sakalori sebesar 80 juta. Masing-masing 40 juta dibayar di rumah dinas, berlanjut permintaan dana 25 juta yang dibayarkan di tempat sama rumah dinas kejari Banyuwangi, Misri kembali diminta dipanggil dikantor kejari Banyuwangi untuk menyerhakan dana 15 juta.

Pembayaran sejumlah dana kepada Oknum Jaksa Elsius Sakalori karena dijanjikan dirinya tidak dipanggil lagi oleh penyidik kejaksaan.

”saya dijanjikan kasus ini dihentikan namun kok saya masih dipanggil terus saya ini capek, karena aaya ini kerja, kalu masih dipanggil terus uangnya suruh kembalikan,” kata Misri polos saat mendatangi kantor Kejari Banyuwangi.

Sementara itu ketika dikonfirmasi jaksa Ari Dewanto membantah menerima dana 20 juta dari Misri. Menurut Ari drinya pernah berhubungan dengan Misri hanya sekali itupun saat kasus itu masih dalam penyelidikan.

“saya pernah masuk tim penyelidik kasus bedah rumah itu. setelah itu saya tidak pernah ketemu atau berhubungan apalagi menerima dana untuk bayar mobil apa hubungannya,” bantahnya.

Ditempat terpisah Jaksa Elsius tidak membantah menerima dana dari Misri. “aku minta mana buktinya, dasar bodoh kok enak saja ngomong gitu, dia gak sadar posisinya dia bisa jadi tersangka, ,”katanya.

Menurut Jaksa yang pernah menabrak mobil BPJS ditahun baru karena diduga mabuk itu, kasus bedah rumah tetap dalam penanganannya, hanya saja masih menunggu hasil audit. “gak usahlah kita begituan, ini berkas jalan terus, kita lihat fakta di persidangan Tipikor nanti,” tantangnya.(makin).

Komentar

comments

Tagged with