Drama Hukum Guru Tersangka Cukur Petal-Petal Ditahan Dijerat Pasal 170 Bergulir Di Pengadilan

Drama Hukum Guru Tersangka Cukur Petal-Petal Ditahan Dijerat Pasal 170 Bergulir Di Pengadilan

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)– Reaksi simpati dan perjuangan mencari keadilan hukum terkait tiga guru olah raga yang ditahan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi karena kasus cukur petal-petal kepada sejumlah murid nampaknya bergeser konsentrasi kepada Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi.

Hal ini menyusul berkas perkara Guru olah Raga SD 2 Patoman Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi itu berkas perkaranya sudah dilimpahkan  kepada PN Banyuwangi Senen (30/9/2019).

Ini juga menutup harapan mereka kepada Kejaksaan yang menahan mereka memberi penangguhan ataupun pengalihan serta peninjauan penahanan kepada ketiganya.

“Kemarin (30 September 2019) Sudah kita limpahkan ke PN Banyuwangi, kewenangan sudah bukan di kita (Kejari Banyuwangi),”kata Kepala Seksi Inteljen (Kasiintel) Kejari Banyuwangi, Bagus Nur Jakfar SH, Kepada Faktanews.co.id. Selasa siang,(1/10/2019).

Menurut Bagus, cepatnya pelimpahan berkas kasus tersebut agar secepatnya kasus Guru dituduh mencukur beberapa murid petal-petal  yang dijerat pidana pasal KUHP 170 tentang pengeroyokan tersebut segera mendapat kejelasan keadilan didepan majelis hakim.

“Perintah Pak Kajari Banyuwangi,  ini kasus nya menarik perhatian publik agar segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi,”jelas Bagus.

Kapan sidang akan dilaksanakan menurut bagus diperkirakan dalam pekan depan.

“Biasanya seminggu setelah dilimpahkan,”katanya.

Seperti diketahui, setelah Arya Abi Sanjaya (22) dua guru Ekstrakulikuler Pencak silat Joko dan Rizki yang ditahan pihak kejaksaan sejak, Selasa (24/9/2019), selang hari tepatnya Kamis 26 September 2019, PGRI Banyuwangi mengajukan upaya penangguhan penahanan kepada Kejari Banyuwangi Arya.

Disisi lain, kelompok perguruan PSHT melakukan aksi Senen siang 30 September di Kejari Banyuwangi sebagai bentuk simpati  penahanan kepada dua anggotanya Joko dan Rizki yang jadi guru ekstrakulikuler Pencak silat SD Patoman tersebut.

Pada hari yang sama aksi tersebut infonya dilanjutkan di Polsek Rogojampi tempat awal penyidikan kasus tersebut.

Sementara itu, Dua pengacara Ikbal dan Gembong Rifai SH, mengatakan, pihaknya akan melakukan upaya maksimal agar kliennya Guru Olah Raga Arya lepas dari Jeratan Hukum.

“Klien saya tidak mencukur petal-petal saja juga ikut kena pasal 170 KUHP pasal pengeroyokan,”kata keduanya.

Kedua pengacara ini, masih penasaran penggunaan pasal 170 KUHP karena sebelumnya dipenyidikan sebelumnya penyidik menjerat dengan Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang perlindung anak JO Pasal 64.

“Itu yang ingin upayakan, tidak ada kegiatan pengeroyokan kepada siswa,”tambahnya.(kin).

Komentar

comments

Tagged with