Ditolak Tebus Istri Yang Digadaikan, Malah Salah Bunuh Orang

Ditolak Tebus Istri Yang Digadaikan, Malah Salah Bunuh Orang

Faktanews.co.id.- Hori bin Suwari (43) harus mendekam dalam tahanan polres Lumajang dengan ancaman penjara selama 20 tahun sesuai dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Hori warga Desa Jenggrong, gelap mata membunuh karena ditolak menebus istrinya R usia 35 th yang ia gadaikan kepada Hartono setahun lalu Rp.250 juta.

Hartono (40), warga Desa Sambo penerima gadai istrinya hanya mau menyerahkan bila dana tersebut dikembalikan, bukan berbentuk sebidang tanah.

Gelap mata ditolak untuk meminta kembali istrinya, Hori pulang merencanakan pembunuhan kepada Hartono agar terbebas dari uang tebusan.

Fatalnya, ketika menurut Hori waktu direncanakan sudah tepat, dia melakukan pembacokan hingga tewas dan ternyata dia salah sasaran.

Baru disadari yang tewas dia dibacok hingga tewas ternyata orang lain Muhammad Toha (34).

“Pelaku mmengakui bahwa pembunuhan ini telah direncanakan dengan motif agar utangnya menjadi hangus, serta mendapatkan kembali istrinya yang telah digadaikan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra, Rabu (12/6).

Polisi sudah menangkap Hori dan meminta keterangan darinya. Pihak lain yang akan dipanggil adalah istri Hori, R, juga penerima gadai, Hartono.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban didalam kasus tersebut terdapat degradasi moral yang terjadi pada Hori.

“Terlepas dari kasus pembunuhan itu tersebut, ini benar-benar membuat saya kaget. Ini baru pertama saya tahu sejak saya bertugas di Lumajang ada suami yang tega menjadikan istrinya sebagai jaminan utang. Akal sehatnya di mana? Masak istri sendiri dianggap sebagai barang yang bisa dipindah tangankan begitu saja,” kata Arsal, (13/6/2019).

Arsal seperti tidak percaya dan menilai motif aneh ada suami tega jaminkan (gadaikan) istrinya sendiri kepada lelaki lain.

“Selain kasus pembunuhan, saya juga miris mendengar pengakuan pelaku yang menggadaikan istrinya, ini tentu di luar nalar kita,” ujar Arsal.(kuc/ham).

Komentar

comments

Tagged with