Ditipu Panitia, Penari Erotis Asal Banyuwangi Diamankan Polisi Jembrana

?????????????Faktanews.co.id.- Aksi memalukan Tarian Tanpa Busana dalam Festival  J-Fest. Jembrana Bali, masih membuat masyarakat gerah, mereka menyesalkan pihak panitia kurang cermat dan secara detail memperhatikan klausul pelaksanaan

“gemana itu kok bisa kecolongan seperti itu,” kata Warga Malaya, Komang Yudiastawa dengan logat kental bahasa bali, kepada faktanews.co.id. (23/8).

Hal senada dan keprihatinan diungkapkan juga warga lainnya. “Meski kita bukan asli Jembrana. tapi saya ini bagian dari masyarakat Jembrana yang bermartabat, masak tarian seperti itu terjadi pada saat ulang tahun kota Jembrana,” ungkap warga desa Loloan Barat, Jembrana, Ahmad.

Seperti diketahui, masyarakat Jembrana terusik ketika event modifikasi mobil yang masuk dalam rangkaian acara J-Fest (Jembrana Festival) atau peringatan HUT Kota Negara yang ke 121, Minggu (21/8/2016) malam hari dipertontonkan tarian tanpa busana ditempat terbuka, di Gedung Kesenian Bung Karno, Jembrana.

Tiga Penari awalnya memakai kaos merah meliuk-liuk diantara ratusan pengunjung yang didominasi pria, mereka selanjutnya membuka kaos masing-masing hingga hanya meninggalkan Bra dan celana dalam tanpa risih walaupun beberapa pengunjung pria mengambil gambar dan ber-selfie saat ketiganya beraksi yang diantaranya saling bertindihan.

Wakil Bupati Jembrana, Made Kembang Hartawan yang hadir saat itu terkejut dan malu, dia tampak bergegas mencari panitia. “Ini sangat memalukan, saya minta maaf dan sangat minta maaf pada warga. Ini di luar dari sepengetahuan Pemkab dan saya sudah serahkan ke proses hukum,” katanya geram.

Demi ketertiban umum dan keamanan, Kapolres Jembrana yang mendapat laporan tersebut, langsung ke TKP untuk menghentikan pertunjukan tidak etis tersebut, dua penari Fitriani (23 tahun) dan Happy Indrawati (24). tertangkap ketika hendak melarikan diri dengan mobil, sementara satu penari lain kabur.

Tiga penari yang tergolong masih berusia muda teridentifikasi di pesan oleh panitia dari Banyuwangi, sebenarnya ketiga penari sebelumnya telah menanyakan ijin terkait tampilan untuk tarian Erotis tersebut, namun koordinator kegiatan telah meyakinkan saat briefing.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Gusti Made Sudarma Putra mengatakan, pihaknya masih tengah melakukan pemeriksaan intensif kepada para penari maupun panitia. “dua dari tiga penari serta ketua panitia sudah kita amankan. Kami masih periksa secara intensif,”  Sudarma, Senin (22/8). (mang/kin)

Komentar

comments