Ditanggung Sendirian, TPM Bedah Rumah Tamansari Dihukum 4 Tahun Dan Kembalikan Dana

Ditanggung Sendirian, TPM Bedah Rumah Tamansari Dihukum 4 Tahun Dan Kembalikan Dana

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Tanpa sengaja sejumlah wartawan bertemu wanita paruh baya yang belakangan diketahui merupakan istri terduga Korupsi Program Bedah rumah Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Badrul Huda (42).

Dalam percakapan singkàt ibu dua anak ini masih meyakini suaminya tidak melakukan korupsi.

“Suami saya tidak korupsi, suami saya hanya salah satu TPM (Tim pendamping Masyarakat) tidak mengerti sebenarnya tugasnya apa?. karena ditoko yang ditunjuk penyedia bahan tidak lengkap, dia disuruh belikan bahan ya dibelikan ada notanya diberikan toko penyedia bahan. rumah yang dapat (bedah rumah) ya sudah selesai semua,”katanya,(14/8).

Seperti diketahui, Majelis Hakim pengadilan Tipikor Surabaya Jum’at tanggal 11 Agustus 2017 menyatakan Bahrul Huda bersalah dengan hukuman lebih berat dari kasus program bedah rumah yang terjadi di Desa Banjarsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi.

Majelis hakim Tipikor menghukum 4 tahun denda 200 juta subsider 3 bulan. Bahkan Huda harus mengembalikan dana pengganti senilai 405 juta dalam dugaan kasus korupsi bantuan stimulan perumahan swadaya tahun 2013 yang biasa di kenal dengan program bedah rumah tersebut.

Ini tidak sesuai keyakinan dirinya tidak melakukan korupsi karena program bedah rumah yang ditangani sudah selesai sehingga dirinya akan dibebaskan setidaknya di hukum ringan.

Huda selaku pendamping dari program rumah di Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari Banyuwangi itu harus menanggung sendiri dalam kasus tersebut.

Dalam sidang dipengadilan Tipikor Surabaya menyatakan dari 465 juta rupiah dana program rumah bersumber APBN 2013.

Sementara itu, salah satu Jaksa Penuntut Umum Kejari Banyuwangi Arifin SH.mengatakan, Huda didakwa melakukan korupsi seperti termaktub dalam Undang-Undang no 31 tahun 1999 yang dirubah UU no 20 tahun 2001 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi.

“sudah dibacakan dalam putusan, dana totalnya 465 juta untuk 62 rumah masing-masing mendapat 7,5 juta, Pak Huda harus kembalikan sebesar 405 juta,” katanya.(kin).

Komentar

comments

Tagged with