Dilaporkan Dugaan Penistaan Agama, Rocky Gerung Anggap Pelapor Membabi Buta

Dilaporkan Dugaan Penistaan Agama, Rocky Gerung Anggap Pelapor Membabi Buta

“Ini undangan klarifikasi pak Rocky Gerung, oke bahwa yang pertama menyampaikan bahwa itu bukan kriminalisasi, tetapi adanya laporan atas nama pak Jack Lapian yang melaporkan pak Rocky Gerung, makanya kemarin dari tim penyidik sudah mengundang untuk klarifikasi, tapi yang bersangkutan tak bisa hadir dan diundur hari ini setelah Shalat Jumat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono di Jakarta, Jumat (1/2).

Ini disampaikan Argo terkait pemanggilan akademisi sekaligus aktivis Rocky Gerung bukanlah kriminalisasi, namun untuk mengklarifikasi laporan seseorang (Jack Lapian) kepada Kepolisian.

Undangan klarifikasi tersebut bertujuan meminta keterangan dari pihak terlapor (Rocky Gerung) atas tuduhan dalam laporan yang disampaikan oleh Jack Boyd Lapian pada 16 April 2018 lalu.

Rocky dipanggil sebagai saksi terlapor atas laporan nomor LP/512/IV/2018/Bareskrim tertanggal 16 April 2018.

Dalam laporannya Rocky disangkakan melanggar Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama terkait pernyataannya¬†di salah satu acara televisi swasta dengan menyebut, “Kitab suci adalah fiksi”.

“Jadi ini adalah waktu dan ruang yang diberikan pada terlapor¬†(Rocky Gerung) untuk mengklarifikasi laporannya, dengan demikian ada pembelaan diri juga, tentu dengan bukti-bukti yang dipersiapkan,” kata Argo.

Sementara itu Rocky Gerung telah memenuhi panggilan Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat sore sekitar pukul 15.55 Wib (1/2).

Memakai kemeja garis biru putih dan jaket hitam, Rocky datang ke Kompleks Polda Metro Jaya didampingi oleh tim kuasa hukumnya termasuk mantan koordinator Kontras Haris Azhar.

Dalam kasus dugaan tuduhan yang sama Rocky juga dilaporkan oleh Permadi Aria alias Abu Janda pada 11 April 2018 ke Polda Metro Jaya dengan no Laporan polisi TBL/2001/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 11 April 2018.

Setidaknya ada 20 pertanyaan yang dilayangkan polisi selama 6 jam memeriksa Rocky.

Rocky menganggap Sekretaris Jenderal Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian sebagai pelapor gagal memaknai pernyataannya yang menyebut kitab suci adalah fiksi.

“(Membunuh karakter) ya, apalagi yang mau dilakukan kalau orangnya tidak mengerti konsep, maka dia membabi buta aja melaporkan, menyerang,” katanya.

Ditempat terpisah sebelumnya, Koordinator Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan saat ini seolah-olah masyarakat kehilangan kebebasan untuk berpendapat.

Pemeriksaan kepada pengamat politik, Rocky Gerung merupakan ancaman bagi demokrasi di Indonesia.

“Pemerintah terlalu sensitif terhadap kritik yang diberikan oleh masyarakat,”ungkapnya.(re/suc/hay)

Komentar

comments

Tagged with