Dikenal Dengan Layanan Terapis Wanita Cantik Impor, Ijin Hotel Alexis Tidak Diperpanjang

Dikenal Dengan Layanan Terapis Wanita Cantik Impor, Ijin Hotel Alexis Tidak Diperpanjang

Faktanews.co.id.- Pemerintah DKI Jakarta dengan Gubernur dan Wakil Gubernur baru Anies Baswedan Sandiaga Uno akhirnya benar-benar mewujudkan menutup Hotel Alexis, Senin (30/10/2017).

Caranya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemprov DKI (PTSP) tak memperpanjang izin usaha Hotel Alexis.

Ini merupakan wujud janji saat Anies – Sandi kampanye mencalonkan Pilkada DKI 2017.

Caranya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemprov DKI (PTSP) tak memperpanjang izin usaha Hotel Alexis.

Sedangkan izin usaha Alexis sudah habis sejak September 2017.

Dengan demikian Hotel yang disebut-sebut menyajikan hiburan khusus untuk kaum dewasa itu harus segera menutup usahanya.

Informasi yang berkembang, surat permohonan tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) yang diajukan PT Grand Ancol Hotel (pengelola Alexis), tak dapat diproses PTSP berdasarkan surat pada 27 Oktober 2017.

Terdapat tiga alasan pihak Pemerintah DKI tak memproses permohonan TDUP pengelola Hotel Alexis.

Pertama, berkembangnya informasi di media massa terkait kegiatan yang tidak diperkenankan dan dilarang di usaha hotel dan griya pijat di Alexis.

Kedua, seharusnya pengelola mencegah segala bentuk perbuatan melanggar kesusilaan dan melanggar hukum yang tersiar di berbagai media massa.

Ketiga, pemerintah berkewajiban mengawasi dan mengendalikan kegiatan kepariwisataan dalam rangka mencegah dan menanggulangi dampak negatif bagi masyarakat luas.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP DKI Jakarta, Edy Junaedi, mengatakan alasan tidak memperpanjang tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur.

“Saya juga sudah laporkan ke gubernur soal tak diperpanjangnya izin usaha Hotel Alexis,” katanya.

Selama ini disalah satu lantai Hotel Alexis dikenal sebagai surga dunia.

Para wanita terapis (pemijat) di Alexis berasal dari mancanegara seperti, Vietnam, Thailand, Uzbekistan, Rusia.

Di lantai 7 yang dikenal dengan sebutan lounge itu, tamu bisa bersantai duduk di sofa terlebih dulu.

Sambil mengarahkan pandangan ke arah perempuan yang duduk di sudut lain, tamu bisa memesan minuman, mulai dari minuman soda sampai wine.

Untuk biaya pijat wanita pemijat impor tersebut juga berbeda dengan terapis asal Indonesia.

“Kalau lokal Rp 1,4 juta, kalau yang impor, Rp 2,4 juta, jadi selisih Rp 1 juta,” kata sumber dikutip media enggan disebut namanya.

Kabar bahwa salah satu lantai Hotel Alexis sebagai surga dunia sempat dilontarkan sekitar setahun silam kala gubernur DKI Jakarta dijabat Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).

“Di hotel-hotel itu ada enggak prostitusi? Ada, prostitusi artis di mana? Di hotel. Di Alexis lantai tujuhnya surga dunia loh (prostitusi). Di Alexis itu bukan surga di telapak kaki ibu loh, tapi lantai tujuh.” Ujar Ahok di Balai Kota waktu itu (trin/hay).

Komentar

comments