Tak Mampu Akhirnya Ditangkap, Saksi Tergesa Dibawa Rombongan Pegawai Bea Cukai

Tak Mampu Akhirnya Ditangkap, Saksi Tergesa Dibawa Rombongan Pegawai Bea Cukai

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)–Usai Sidang kasus dugaan rokok tanpa cukai dua saksi Jatmiko warga Welaran Penganjuran maupun Abd Muhyi langsung di bawa keluar sejumlah orang dari bea cukai Banyuwangi menuju halaman PN Banyuwangi,(21/12/2029).

Dua saksi utamanya Abd Muhyi dikawal agar tidak didekati sejumlah wartawan yang akan mewancarai tentang kebenaran kesaksian dalam sidang.

“Apakah bapak memberi keterangan palsu, untuk menjerat terdakwa?”. tanya wartawan yang hanya dijawab saksi Muhyi dengan wajah nampak kusut.

Muhyi yang tercatat warga bulusan itu, terus diapit sejumlah orang Bea Cukai Banyuwangi tak menjawab bahwa dirinya sebenarnya juga digerebek dirumahnya pada tanggal 27 September 2019 dengan sejumlah bukti rokok ilegal ditokonya dan HP namun dirinya tidak diproses hukum oleh Bea Cukai.

Muhyi juga semakin diam ketika ditanya berapa dia membayar bea cukai sehingga dirinya bisa bebas beraktivitas dan tinggal dirumahnya.

Beberapa pengunjung Pengadilan Negeri Banyuwangi akhirnya terheran, melihat Muhyi seperti diistimewakan segera diajak masuk disalah satu mobil yang meluncur keluar bersama sejumlah orang bea cukai didalamnya dari area  parkir PN Banyuwangi sedangkan mobil lainnya mengikuti dibelakang.

Sementara itu, dalam sidang Muhyi maupun saksi lain Jatmiko sama-sama mengakui mengenal terdakwa sebagai sales rokok.

Jatmiko mengklaim pernah dititipi rokok oleh terdakwa.

Sedangkan Muhyi mengklaim pernah membeli dan menjual untuk mendapat keuntungan 1000 rupiah tiap bungkusnya.

Namun saksi tak bisa menjawab ketika majelis hakim yang diketuai Luluk SH. maupun kuasa hukum terdakwa menanyakan kaitan terdakwa AR  dalam penggerebekan kepada kedua saksi pada tanggal 27 September 2019 ditokonya masing-masing.

Saksi juga nampak bingung ditunjukkan sejumlah bungkusan rokok yang dijadikan bukti persidangan.

“Saya tidak tahu,”kata Muhyi.

Sementara itu, terdakwa AR membantah pernah menitipkan atau menjual rokok Ilegal kepada kedua saksi tersebut sehingga dirinya yang dipanggil sebagai saksi dikantor bea cukai tanggal 8 Oktober 2019 langsung ditangkap dan ditahan dikantor bea cukai hingga diproses hukum di Pengadilan Negeri Banyuwangi karena diduga melanggar UU tentang Cukai.

“Sudah jelas, tadi klien saya tidak mengerti kejadian itu dan membantahnya, klien saya tidak pernah menitipkan rokok kepada mereka,” kata Imam Bukhori SH kuasa hukum AR kepada wartawan di Area Parkir Pengadilan Negeri Banyuwangi.

Seperti diketahui, hingga kini ramai di- perbincangkan publik menyusul warga tukang kayu AR ditangkap dikantor bea cukai ketika dipanggil sebagai saksi 8 Oktober 2019 lalu.

Pada hari itu AR langsung dititipkan Di LP Banyuwangi sementara pada sore hari keluarga AR terkejut diberi surat pemberitahuan penangkapan, penahanan SPDP yang ditertibkan hari itu juga.

Menurut salah satu keluarganya ketika ditemui sejumlah wartawan saat itu, kejadian yang menimpa AR hingga diproses hukum berkaitan sebelumnya ada permintaan berulang kali petugas bea cukai yang tidak bisa dipenuhi karena terlalu bernilai nominal besar bagi dirinya tergolong ekonomi lemah. (kin).

Komentar

comments

Tagged with