Diborgol KPK, Mantan Menpora Ditahan Korupsi Dana KONI

Diborgol KPK, Mantan Menpora Ditahan Korupsi Dana KONI

Faktanews.co.id.–Keluar sekira pukul 18.15 WIB dengan mengenakan rompi tahanan warna oranye dan tangan terborgol menandakan Mantan Menteri pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrowi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi menahan kliennya per Jumat (27/9/2019) hari ini.

“Pak Imam Nahrawi sebetulnya kan sudah mengundurkan diri dari Menteri Olahraga tentunya kekhawatiran melarikan diri dan dia sekarang sudah tidak, disuruh, dicegah ke luar negeri, mengulangi perbuatan dan sebagainya saya kira tidak akan terjadi,” kata Soesilo Aribowo kuasa hukum Nahrawi
di Gedung Merah Putih KPK, Jumat petang.

Namun demikian Susilo memahami penahanan Nahrawi yang hadir di Gedung Merah Putih KPM sekitar pukul 10.06 WIB itu, merupakan aturan KPK yang harus di hormati semua pihak.

“Kita sayangkan penahanan, tapi ini karena protap kita hormati juga dari KPK,” ujar Soesilo.

Penahanan Imam Nahrawi merupakan tindak lanjut KPK yang telah menetapkannya sebagai tersangka  kasus suap sejak 18 September 2019 lalu.

Dalam kasus itu KPK juga menetapkan tersangka lain Miftahul Ulum nama ini adalah asisten pribadi Menpora dan sudah menahan yang bersangkutan pada 11 September 2019.

Miftahul Ulum merampungkan pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, sekitar pukul 20.31 WIB, Rabu malam (11/9/2019) dan keluar dari KPK sudah memakai Rompi Tahanan orange bergaris hitam dengan lengan kiri memanggul tas gemblok hitam.

Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum ditetapkan sebagai tersangka kasus penyaluran dana hibah KONI melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) tahun anggaran 2018.

Penetapan tersangka dan penahanan itu merupakan hasil pengembangan perkara dari sejumlah fakta di persidangan dan KPK juga menemukan bukti permulaan yang cukup dan melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut.

Imam dan Miftahul disangka melanggar pasal 12 huruf a atas Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP

“Dalam penyidikan tersebut ditetapkan dua tersangka, yaitu IMR, Menteri Pemuda dan Olahraga, dan MIU, Asisten Pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Menpora Imam diduga terima suap Rp 14,7 miliar melalui Miftahul selama periode 2014-2018.

Imam juga diduga meminta uang senilai Rp 11,8 miliar dari periode 2016-2019.

“Total dugaan penerimaan Rp 26,5 miliar diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora tahun anggaran 2018,” ungkapnya.

Penetapan status tersangka itu menyusul dalam sidang kasus suap Hibah Koni dengan terdakwa Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara KONI Johny E Awuy sebelumnya, Imam Nahrawi telah disebut.

Dugaan suap ini berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 8 Desember 2018 lalu. Dalam OTT ini, KPK menyita uang total Rp7,4 miliar.(*hay).

Komentar

comments

Tagged with