Merasa Di Pingpong, Keluarga Pasien RSUD Blambangan Kecewa

Merasa Di Pingpong, Keluarga Pasien RSUD Blambangan Kecewa

Faktanews.co.id.- (Banyuwangi)- Layanan Administrasi untuk Warga miskin di RSUD Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menyisakan kekecewaan keluarga pasien.

Slamet, salah satu keluarga pasien penanganan medis merasa dipingpong-pingpong ketika akan menggunakan manfaat Surat Pernyataan Miskin (SPM) salah satu program Pemkab Banyuwangi.

Slamet mengatakan, Program bantuan untuk membantu pembiayaan orang miskin yang menjalani perawatan medis terkesan setengah hati begitu sampai di petugas Layanan RSUD Blambangan.

Satu dengan yang lain antara petugas layanan memberi informasi berbeda sehingga membingungkan dan hingga berakibat surat SPM yang diupayakan itu mubadzir.

Slamet, kerabat keluarga pasien menjelaskan, dirinya sempat kebingungan saat dipingpong beberapa petugas RSUD Blambangan di ruang Tawang Alun atas karena ada perbedaan informasi yang didapatinya.

“Mertua saya masuk opname tanggal 10 juli 2018. Karena tidak ada biaya, kemudian saya membuat SPM dan diberi batas waktu hingga tanggal 13 juli 2018.

“Namun setelah SPM jadi pada tanggal 12 juli 2018 kok katanya malah tidak bisa digunakan untuk menanggung biaya tanggal 10 dan 11,”keluhnya, Jumat (13/07).

Namun saat saya menanyakan ke bagian informasi, justru jawaban sebaliknya.

Terkait surat pernyataan miskin (SPM) Pasien Misati sebenarnya Pihak dinas Sosial telah membuatkan surat tertanggal 12 Juli 2018 yang ditanda tangani oleh Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi, M Narowi S sos. Msi.

Dalam surat itu diterangkan pula Misati (42) tidak mempunyai kartu KIS, Jamkesmas maupun Jamkesda.

“ini yang membuat saya selaku keluarga pasien bingung, Lha terus untuk apa saya ngurus SPM, wong orang tua saya tanggal 12 sudah bisa pulang kok. Anehnya ketika saya tanyakan ke bagian informasi, katanya bisa digunakan. Terus mana yang benar ini,” kesalnya ketika mengadu di kantor Faktanews.co.id.

Slamet menambahkan, dirinya lantaran ia mengaku sudah dua kali ini mengalami kejadian serupa.

“Saya sebenarnya mau minta kejelasan Direktur RSUD Blambangan, saya curiga apa benar petugasnya tidak memahami penggunaan SPM atau justru pura-pura tidak paham untuk tujuan tertentu kasihan masyarakat yang tidak memahami kalau ini dibiarkan,” pungkasnya.(kur/kin).

Komentar

comments

Tagged with