Di Perintah Mengosongkan Orang Mengklaim Kepercayaan Kapolres, Pengusaha Udang Resah

Di Perintah Mengosongkan Orang Mengklaim Kepercayaan Kapolres, Pengusaha Udang Resah

Faktanews.co.id.- (Banyuwangi)- Pengusaha tambak asal Surabaya, Jimy akan minta perlindungan hukum kepada aparat berwenang terkait ancaman oknum.

Jimy yang melakukan investasi di tambak Bomo Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi akan melapor ke polisi untuk minta perlindungan hukum terkait keresahan akhir-akhir ini.

Pengusaha tambak udang berusia 71 tahun ini, bahkan akan mengadu hingga ke Kapolri di Jakarta karena diancam oknum Mn yang belakangan diketahui warga Srono.

Jimy resah, akibat tanpa dia ketahui hak dan kewenangan Mn memerintah meninggalkan dan mengosongkan tambak udang seluas 2,7 ha di Desa Bomo yang sudah 11 tahun dia kelola.

“Saya mengelola tambak bukan menyerobot, saya sudah 11 tahun mengelola tambak udang itu kok tiba-tiba disuruh untuk mengosongkan,” jelas Jimy bersama beberapa pengacaranya dari Mojokerto Surabaya yang akan melakukan Koordinasi sebelum mengambil langkah hukum.

Jimy menuturkan, dirinya menjalankan bisnis udang di Desa Bomo atas dasar investasi, sementara karena tempat tinggalnya di Surabaya maka berkaitan pengelolaan dia sudah mempercayakan kepada Edy warga Setempat.

Keresahan Jimy semakin memuncak ketika nama Mn tersebut mengklaim orangnya Kapolres Banyuwangi dan perintah pengosongan itu sudah atas sepengetahuan yang bersangkutan (Kapolres Banyuwangi).

“saya takut, Dia mengaku orangnya Kapolres,” kata Jimy kepada beberapa wartawan bersama Edy

Sementara itu, secara rinci Edy mengaku sekitar seminggu lalu dirinya didatangi beberapa orang ditambak tempatnya bekerja.

Selanjutnya, satu dari mereka bernama Mn malamnya mendatangi rumahnya dengan maksud sama memerintahkan untuk segera meningggalkan tambak tersebut karena akan dikosongkan.

“Siang didatangi beberapa orang, Minuk (Mn) malamnya juga datang kerumah saya,” kata Edy.

Bahkan Minuk juga menyebut nama lain yang menurutnya akan membuat siapapun ketakutan.

Dikonfirmasi Minuk menampik telah mendatangi tambak udang dengan mengklaim Kepercayaan Kapolres Banyuwangi.

Lebih jauh perintah pengosongan menurutnya sudah di gelar di Polres Banyuwangi meski diakui sebenarnya dia belum melaporkan.

“ya memang saya belum melapor ke Polres tapi saya tadi datang ke Polres untuk gelar perkara,”akunya (27/12/2017).

Terkait kewenangannya, Minuk mengaku sebagai perwakilan pemilik.

“Tanya kesaya surat kewenangan namun tidak saya tunjukkan,” katanya menyebut nama lain yang menurutnya akan membuat orang takut. (kin).

Komentar

comments