Di Kontrak Jual Rokok Diduga Abal-Abal, 7 SPG Muda Tak Dibayar

Faktanews.co.id-(Banyuwangi)– Beberapa orang SPG merasa ditipu oleh Team Leader (TL) yang merekrutnya karena perubahan kontrak sepihak dan gaji event tidak dibayar.

Putra dari pihak motocy Organizer  sebagai pihak yang bertanggung jawab hal itu, tidak bisa di konfirmasi.

Berawal para SPG ini dikumpulkan di grub WA oleh Putra membahas tentang rekrutmen SPG untuk event rokok.

Calon SPG juga tertarik, karena kegiatan Putra di Perum Dadapan Asri, Desa Dadapan, Kec Kabat, Banyuwangi ini tampil juga dengan simbol produk tenar lainnya seperti Milo, Nescafe, mie gelas, minuman bear brand, rokok Class Mild dll.

Dalam perekrutan SPG, ada 7 orang diantaranya akhirnya mengikuti serangkaian tes dan dinyatakan lulus masing-masing : Lp (26), EM (25th), ML (24th), DW (24th), PT (22th), QL (24th), RA (22th).

“Saya dipanggil untuk interview pertama pada (16/07/2020) alamarnya di Blok.H1B Ds.Dadapan Utara, Kec Kabat, Banyuwangi – Jawa Timur) lalu interview kedua pada (18/07/2020) ditempat yang sama sekaligus pengumuman bagi yang lolos event bersama ke enam teman saya yang juga lolos event,”kata LP kepada Faktanews.co.id.(28/7).

Lp menjelaskan, awalnya dia dan kawan wanita lainnya yang dinyatakan lulus selaku Sales Promotion Girl (SPG) diikat dalam perjanjian kontrak delapan hari.

Mereka mengaku diikat kerja dengan menjualkan Produk rokok merk tak terkenal yang sebenarnya mereka tak tahu keabsahannya.

“Tidak terlihat ada stiker dan pita Cukai di bungkus rokok, Kalau ditanya pembeli bilang aja kerja sama Bentoel,” ujar DW salah satu SPG menirukan isi pesan pria yang biasa dikenal bernama Putra.

Dalam perjanjian kontrak pun tidak seperti pada ikatan kontrak kerja sebuah perusahaan. tiap SPG masih harus mengeluarkan biaya kontrak.

“Tanda tangan kontrak kemarin kami juga dimintai biaya administrasi sebesar 20.000/SPG,”ungkap SPG lainnya.

Dalam kontrak hak gaji disebutkan Rp 640.000/SPG target 32 slop/SPG, uang makan delapan hari Rp 160.000/SPG apabila tembus target dapat bonus tambahan Rp. 200.000/SPG.

Masih pada hari kedua (21/07/2020) Putra sebagai TL sekaligus rekrutmen SPG mengubah perjanjian tersebut secara sepihak dengan alasan event (hari) pertama pada (20/07/2020) yang laku sangat sedikit.

“Diubah sepihak hanya dihitung per slop 15.000 + uang makan 5.000 sehari laku berapa slop ya itu yang dibayar jelas itu sangat memberatkan kami para SPG,”keluhnya.

Ironis penurunan sepihak hak SPG itu juga diiringi tak terbayarkan keringat mereka menyusul keberadaan Putra sulit dihubungi lagi.

“Setelah jalan dua hari, kami ber tujuh merasa PR melanggar sendiri kontrak yang dibuatnya sehingga kami mengundurkan diri dan minta bayaran hak kami selama 2 hari ini, tetapi sampai detik ini kami belum dibayar sepeserpun,”katanya.(ndu/kin).

Komentar

comments

Tagged with