Di Impor Sebelumnya, Bangka Belitung Pastikan Buah Dari China Bebas Corona

Di Impor Sebelumnya, Bangka Belitung Pastikan Buah Dari China Bebas Corona

Faktanews.co.id.-(Babel)- Untuk mengantisipasi penularan dan penyebaran virus Corona melalui buah-buahan perlu dilakukan pengambilan sampel buah-buahan impor asal China.

Ini dilakukan karena kekhawatiran terhadap virus yang sedang diperbincangankan dunia itu,

“Kami dapat memastikan buah-buahan impor ini aman untuk dikonsumsi, karena pengusaha mendatangkan pasokan sebelum mewabahnya virus Corona di China,” terang Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kepulauan Babel, Sunardi, di Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kepulauan Babel, Sunardi kepada Pers, (10/2).

Untuk selanjutnya, sejak virus corona mewabah, pemerintah menghentikan impor buah impor khusus dari China demi mengantisipasi masuk virus berbahaya ini.

“Alhamdulillah, buah-buahan impor aman dikonsumsi memiliki dokumen kesehatan yang dikeluarkan Balai Karantina Pertanian dan dipasok sebelum merebaknya virus Corona di China,”jelasnya.

Lebih jauh Sunardi mengatakan, selama ini untuk memenuhi kebutuhan jeruk, pir, apel dan anggur masyarakat, pengusaha mengandalkan pasokan dari luar daerah karena jenis buah tersebut tidak bisa dibudidayakan di Bangka Belitung.

“Kami bersama Polda, BPOM dan Satgas Pangan telah mengambil sampel buah impor seperti jeruk, pir, anggur, apel dan lainnya di pasar tradisional dan modern di Kota Pangkalpinang,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menegaskan pemerintah masih sebatas rencana menghentikan produk makanan maupun minuman yang di impor asal China.

Keputusan finalnya akan ditentukan lintas kementerian dalam waktu dekat.

Sementara ini pemerintah masih mengantisipasi impor hewan

“Saat ini yang sudah sangat diwaspadai adalah aktivitas impor hewan hidup, karena ada potensi penyebaran virus,”katanya.

Bagaimana dengan produk hortikultura seperti sayur dan buah, yang sebagian besar dipasok dari China?

“Produk hortikultura itu belum 100%. Tapi kalau itu tidak membawa virus penyakit, tetap kita akan bolehkan,” kata Agus usai rakor di Kemenko Perekonomian, Senin (3/2).

Terkait Indonesia mengimpor 90% lebih bawang putih impor dari China.

“Saya rasa lihat besok. Kalau memang itu tidak membawa virus ya nggak disetop sama kita,” tegas Agus.(re/hay).

Komentar

comments