Jaksa Di duga Kuras Dana BB Tsk 750 Juta, Terancam Sangsi Di Berhentikan

ATM (ist)

ATM (ist)

Faksanews.co.id.-(Surabaya)- Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Jatim telah memeriksa Kasi Pidum Kejari Tanjung Perak Surabaya Ahmad Fatoni turut diperiksa terkait kasus pencurian uang di ATM milik seorang terdakwa, Senin (18/05/2015).

Fatoni diperiksa karena kaitan dugaan penyusutan isi ATM BB terdakwa penggelapan senilai 750 juta yang dilakukan seorang jaksa Kejari Tanjung Perak RW.

Diduga ada pihak yang memerintahkan RW untuk mengambil uang di dalam rekening terdakwa.

Dugaan itu semakin mengkuat karena ada rekaman pembicaraan seseorang  dengan jaksa Wr.

Kasi Penkum Kejati Jatim, Romy Arizyanto menyampaikan bahwa senen (18/5) memang pemeriksaan Namun, pihaknya belum bisa menjelaskan banyak karena masih dalam proses.

“Dari pemeriksaan sebelumnya, memang ada penyusutan nilai dalam rekening terdakwa. Ada dua kali penarikan, yakni Rp 150 juta dan Rp 350 juta. Jadi totalnya ada dana yang keluar sebesar Rp 450 juta,” jawab Romy.

Siapa yang melakukan penarikan dan bagaimana proses dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh jaksa?, menurutnya masih didalami oleh Aswas.

“Yang pasti, barang bukti dalam perkara ini ada beberapa. Diantaranya, dua ATM, tiga buku rekening dan sebuah mobil. Semua disita, dan terdakwa sudah ditahan sejak dari polsek. Dua ATM tersebut, satu isinya Rp 1,5 miliar dan satunya Rp 170 juta,” imbuh humas Kejati Jatim tersebut (lic)

Perlu diketahui Rw merupakan jaksa penuntut umum (JPU) dalam perkara penggelapan dengan terdakwa Dermawan (Dr), pria asal Bekasi.

Rekening dan ATM milik terdakwa disita sebagai barang bukti. belakangan di ketahui ternyata, uang Rp 1,5 miliar yang ada di dalamnya menyusut.

RW diduga menguras isi ATM itu dengan tiga cara, Dipindah ke rekening pribadinya, dialihkan ke rekening atas nama seorang petugas honorer Kejari Sidoarjo (atas perintahnya).

Sejak 1 April 2015, perkara penggelapan ini mulai disidangkan. Mestinya Jpu membawa semua barang bukti hanya ketika sidang dan mengembalikan setelah selesai sidang.

Namun dikabarkan, sejak proses sidang, semua barang bukti dibawa oleh jaksa Wirawan selaku JPU. namun 7 Mei baru dikembalikan ke petugas barang bukti.

Informasi dilapangan menyatakan, Jaksa RW diduga menggelapkan uang yang berada di tabungan milik terdakwa Dermawan.

RW merupakan JPU yang menangani kasus ini. Namun, dirinya diduga mengelapkan uang terdakwa dengan cara dicairkan melalui ATM terdakwa.

Adapun barang bukti yang disita dari terdakwa adalah dua ATM miliknya, yakni ATM BCA dan ATM Platinum.

Modusnya, Jaksa RW diam-diam menggunakan ATM BCA terdakwa yang berisi dana Rp 1,5 M.

Selanjutnya, uang di ATM tersebut dicairkan, lalu dialihkan ke rekening atas nama RB yang berprofesi sebagai tenaga honorer di Kejari Sidoarjo.

Dua kali terjadi penyusutan uang dari ATM terdakwa Dermawan dalam rentan bulan Maret dan April 2015.

Bila terbukti Akibat dari perbuatannya, oknum jaksa tersebut terancam hukuman atas tindak disiplin yang dilakukan anggota internsl Korps. Adhyaksa dengan sanksi kemungkinan terberat Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun dan pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS.(li/ed/kin)

Komentar

comments

Tagged with