Di duga Korban di Skenario jadi Pelaku Perampokan, Hakim Perintah saksi di Lindungi

Ilustrasi / googleFaktanews.co.id-Banyuwangi- Sidang lanjutan perampokan gaji karyawan PTPN XII Kali Selogiri senilai Rp 29.890.000. di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi jalan Adi Sucipto kembali digelar (24/8).

Dalam sidang tersebut menghadirkan 4 saksi masing-masing Wiwit Purnomo (mandor hama semprot), suami istri Susilowati istri Nanang Suryanto (bag. administrasi), Supiyati istri terdakwa Supadmo (Bagian Umum)

Sidang dipimpin ketua Majelis Hakim Kurnia Yani Darmono,SH.Mhum didampingi 2 anggota Hakim Imam Santoso,SH dan I Ketut Sonmonasa SH.Mhum, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Elseus Salakory,SH.

Susilowati Istri saksi lainnya Nanang mengatakan, semua barang bukti berupa Topeng dan pisau merupakan milik suaminya (nanang), “saya terkejut barang itu di temukan di ruang tamu oleh polisi.semua barang bukti itu tidak pernah di pakai oleh suami saya,” katanya

Saksi lain ketiga Supiati (istri tedakwa) mengatakan, barang bukti tiga amplop dijelaskan, dirinya hanya mengerti dua amplop. amplop pertama untuk kirim uang anaknya dan amplop kedua kosong. Terkait ada amplop ketiga yang ditemukan polisi di lemarinya supati tidak mengetahui.

“polisi katanya menemukan amplop di lemari saya. Itu saya tidak tahu, di rumah saya sering ada tamu dan rumah saya dan lemari tidak pernah saya kunci, setelah kejadian perampokan itu, yang bertamu di rumah saya adalah Marjuki dengan memakai sarung kelihatan gelisah.tetapi saya tidak curiga terhadap dia (marjuki) saya ambilkan minum di belakang setelah saya suguhkan dia langsung beranjak pulang,” terangnya didepan sidang.

Menilai saksi Supiatai merupakan saksi penting dalam perkara tersebut, guna melindungi saksi ketua majelis hakim Kurnia meminta kepada JPU untuk melindungi saksi Supiati ini.

Informasi terkini, saksi istri terdakwa di mengungsi didaerah Kecamatan sanggar Banyuwangi

Sidang ditunda hingga hari kamis 28/8. Dari beberapa kali sidang hingga kemarin (24/8) semakin membuka tabir upaya balik fakta kejadian perampokan tanggal 17 april 2014. Dengan mengorbankan Supatmo selaku korban perampokan justru di kursi terdakwa.(yayak/kin)

Komentar

comments