Di Dakwa Perkaya Diri, Keberatan Setnov Dikabulkan

Di Dakwa Perkaya Diri, Keberatan Setnov Dikabulkan

Faktanews.co.id.- Kuasa hukum mantan Ketua DPR RI Setya Novanto, Maqdir Ismail, minta waktu dua minggu untuk menyampaikan eksepsi (nota keberatan) atas dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (13/12).

Menurut Maqdir ada sejumlah fakta dalam surat dakwaan JPU dianggap tak mendasar maupun ada yang dihilangkan.

“Kami mohon waktu lebih panjang lagi yang mulia. Karena begitu banyak fakta yang berbeda bahkan ada fakta-fakta yang hilang sementara itu ada pula penambahan-penambahan nama terdakwa,” jelas Maqdir dalam sidang pertama Setnov dakwaan korupsi E-KTP.

Namun majelis hakim memberikan waktu eksepsi hanya satu minggu.

“Saya rasa cukup satu minggu. Jika tidak cukup bisa kita pertimbangkan lagi,” katanya.

Dalam kasus korupsi E-Ktp, Setnov didakwa dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Setnov didakwa memperkaya diri sendiri dengan jumlah dana USD 7,300,000 dari proyek e-KTP.

Setnov menerima uang tersebut melalui Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, keponakannya sekaligus Direktur PT Murakabi Sejahtera peserta konsorsium PNRI.

Setnov diduga pula menerima uang E-KTP melalui Made Oka Masagung (mantan komisaris PT Gunung Agung).

Setnov juga didakwa memperkaya diri dengan menerima jam tangan Richard Mille seharga USD 135,000 dari Andi Agustinus alias Andi Narogong dan Johannes Marliem.(me/hay).

Komentar

comments

Tagged with