Di Banyuwangi Status PDP Corona Nihil, 3 Orang ODP Dirawat Di Rumah Sakit

Faktanew.co.id.-(Banyuwangi)- Lima orang berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan) virus Corona Covid-19 masing-masing 4 orang berjenis kelamin laki-laki dan 1 orang berjenis kelamin perempuan, Namun sejak Corona menjadi kekhawatiran sosial masyarakat, belum ditemukan Status PDP di Banyuwangi.

Data laporan harian Coronavirus Disease (Covid-19) Kabupaten Banyuwangi dikutip ringtimes pukul 20.18 WIB, per tanggal 21 Maret 2020, Kelima ODP identitas nama-nama tetap dijaga Privasi.

Kecuali disebutkan usia, gejala maupun posisi penanganan serta identitas lainnya.

Kasus ODP 1, laki-laki, 56 tahun, di rawat di rumah sakit (Kabupaten Banyuwangi), gejala panas, batuk, pilek, sesak, menggigil, sakit kepala. Kode faktor resiko ’17 Maret 2020, Jakarta’.

Kasus ODP 2, perempuan, 52 tahun, isolasi mandiri atau rawat rumah (Kabupaten Banyuwangi), gejala riwayat demam, batuk, dan pilek. Kode faktor resiko ’17 Maret 2020, Surabaya’.

Kasus ODP 3, laki-laki, 26 tahun, dirawat di rumah sakit (Kabupaten Banyuwangi), gejala panas, bapil (batuk pilek), sesak, ISPA, Kode faktor resiko ’Bekerja di Bandara’.

Kriteria kasus ODP 4, laki-laki, 58 tahun, isolasi mandiri atau rawat rumah (Kabupaten Banyuwangi), gejala panas, pilek, sakit tenggorokan, sesak, sakit kepala, Kode faktor resiko ’17 Maret 2020, Malaysia’.

Kasus ODP 5, laki-laki, 21 tahun, dirawat di rumah sakit (Kabupaten Banyuwangi), gejala riwayat demam, batuk, pilek, sesak, muntah, Kode faktor resiko ’18 Maret 2020, Jakarta’.

Sementara itu, pada tanggal yang sama  tanggal 21 Maret 2020 jam 17.00 WIB di Banyuwangi dari Jumlah 545 Orang dalam Risiko (ODR), di Banyuwangi belum ditemukan COVID 19 berkatagore Pasien dalam Pengawasan (PDP).

Sementara itu, Dari jumlah 22 Orang dalam Pemantauan (ODP) 9 ODP telah selesai masa pantau 14 hari, dan tidak ada gejala COVID 19.

Pantauan faktanews.co.id. masyarakat banyuwangi tampaknya memahami anjuran Pemerintah tentang Covid-19 dan antisipasinya, dibeberapa tempat  juga ibadah masyarakat melalukan cuci tangan yang tersedia, sedangkan disisi lain himbauan social distancing juga tampak mereka lakukan dengan mengurangi berada dikeramaian public.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, dr. Widji Lestariono (Rio) menyampaikan, pihaknya tetap menjalankan tugas dan surat Edaran Bupati Banyuwangi tentang Covid-19.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, dr. Widji Lestariono (Rio) menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat sesering mungkin untuk cuci tangan pakai sabun dan menyediakan Hand Sanitizer.

Selain itu, berbagai upaya dia lakukan bersama Bupati memberikan Hand Sanitizer ke beberapa Tempat ibadah.

“Kita juga melakukan penyemprotan disinfektan tempat-tempat pelayanan umum, tempat ibadah, sekolah, dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas),” ungkapnya.(*kin).

Komentar

comments