Desa Alas Malang Terima Dampak Terparah Banjir Bandang, Bupati, Kapolres dan Seluruh Elemen Tunjukkan Kepedulian

Desa Alas Malang Terima Dampak Terparah Banjir Bandang, Bupati, Kapolres dan Seluruh Elemen Tunjukkan Kepedulian

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Banjir bandang diakibatkan adanya gerakan tanah (sleding) di lereng Gunung Raung sisi Banyuwangi, tepatnya dari kawasan Gunung Pendil akibat curah hujan tinggi mengakibatkan sejumlah wilayah terdampak.

Banjir Bandang kiriman dari kaki gunung raung yang berada di Kecamatan Songgon berdampak kepada area warga dekat sungai di empat Kecamatan di Banyuwangi. Empat Kecamatan masing-masing di Kecamatan Songgon, Singojuruh, Rogojampi, dan Blimbingsari.

Intensitas hujan yang lebat siang sampai malam pada hari Kamis, (21/06/2018) tersebut menjadi pemicu debit air sungai Badeng, Kumaran, dan Kumbo besar dan bercampur lumpur, potongan kayu, dan sampah meluber ke jalan raya.

Dampak terparah dari adanya banjir tersebut nampaknya dialami oleh warga Desa Alasmalang Kecamatan Singojuruh.

Diperkirakan sebanyak 328 rumah warga harus merasakan dampak dari adanya banjir bandang tersebut.

Kru Faktanews.co.id, yang hadir dilokasi sejak Jum’at (22/6/2018) hingga Minggu (24/6/2018) mencatat kerugian materi Di Desa Alas Malang meliputi 4 dusun dengan jumlah total 56 Rumah rusak sangat parah dan 109 rumah rusak parah serta 308 rumah rusak sedang.

Dampak banjir juga mengakibatkan 5 Mobil dan 3 Sepeda motor rusak akibat terendam air dan lumpur.

Sementara 1 Masjid dan 2 Musholla ikut terdampak lumpur.

Kru Faktanews.co.id. mencatat korban kerugian masing-masing di dusun karang Asem :
Terdapat 29 Rumah rusak sangat parah dan 40 rumah rusak parah.

Rumah rusak sedang berjumlah 34 unit serta 1 Musholah terdampak lumpur.

Selain itu, terdapat kerugian kerugian rusak 1 unit mobil dan 2 unit Sepeda motor karena terendam air dan lumpur.

Sedang kerugian materi di  Bangunrejo masing-masing
Rumah rusak sangat parah dan parah menimpa  21 kk dan 37 kk.

Rumah rusak sedang dan Ringan dialami 189 kk dan 40 kk.

Banjir itu juga mengakibat rusaknya Mobil unit 4 unit mobil dan sepeda motor 1 unit motor milik warga.

Sementara itu, di Dusun Wonorekso terdampak banjir mengakibatkan Rumah Sangat parah dan parah dialami 21 kk, rumah rusak sedang 3 kk dan sebuah masjid terdampak lumpur.

Korban materi di Dusun Garit untuk Rumah rusak Sangat parah dialami 2 kk, rumah rusak Parah 25 kk belum lagi rumah rusak lainnya dialami 82 kk dan sebuah mushollah terdampak lumpur

salah satu penyebab meluapnya banjir bandang ke rumah warga diduga karena aliran banjir yang melewati jembatan Garit yang berada di Desa Alasmalang tidak lancar karena adanya sumbatan.

Menurut Sandi, warga setempat, warga mengaku ketakutan saat balok kayu beserta material batu bercampur lumpur memasuki pemukiman warga. “Ngeri mas, warga ketakutan lihat banjir bandang air bercampur lumpur,”ungkap salah satu warga, Sandi menjelaskan panjang lebar kejadian hingga kepedulian semua pihak membantu warga mengatasi dampak banjir, Minggu Malam, (24/6/2018).

“Ini sudah yang ke dua kalinya warga mengalami dampak bencana. Kita meminta agar jembatan diperbaiki, penyangah tengah jembatan harus dihilangkan sehingga mulut jembatan menjadi lebar, serta ketinggian jembatan juga harus ditambah, agar saat terjadi banjir material yang terbawa arus banjir tidak tersangkut dan menyumbat mulut jembatan. Kalau masalah kejadian bencana alam itu yang jelas karena kehendak yang di atas sana, tetapi kita sebagai manusia harus tetap selalu berusaha yang terbaik”, harap Kepala Desa Alasmalang, H. Surigo.

Seperti diketahui kejadian banjir itu Bupati Banyuwangi Ir. Abdullah Azwar Anas, Kapolres AKBP Donny Adityawarman masing-masing sempat turun langsung meninjau lokasi dampak banjir dan lumpur tersebut.

Sejumlah elemen juga turut partisipasi membantu dampak banjir seperti Pimpinan Cabang Nadlatul Ulama Banyuwangi, DPD Muhammadiyah Banyuwangi, KAHMI, Tagana, Pramuka, Senkom, warganet, dan belasan elemen masyarakat.

Untuk mengantisipasi akibat banjir bandang, tim BPBD Banyuwangi, Basarnas, dan relawan sempat melakukan tindakan pengamanan lokasi terutama sekitar jembatan Garit.

Tak ketinggalan Dinas Sosial Banyuwangi mendirikan Dapur Umum berkapasitas 1500 orang.

“Kita buka Dapur Umum tiga hari, sehari kita masak cukup 1500 orang,” kata Kasi Penanganan Bencana Dinas Sosial Banyuwangi.(25/6/2018).(kur/kin).

Komentar

comments

Tagged with