Dana Ujian, Study Tour dan Kegiatan Lain SMAN 1 Pesanggaran Tak Dikembalikan

Faktanews.co.id-(Banyuwangi)– Peniadaan Program sekolah SMAN 1 Pesanggaran yang dihentikan akibat Pandemi Covid-19 diinformasikan tidak menjadikan dananya harus dikembalikan kepada siswa maupun wali murid.

Hingga saat ini tidak ada konfirmasi dari kepala sekolah saat dilakukan penarikan dana Ni Wayan Sedariasih maupun kepala sekolah saat ini Selamet Riyadi

Diketahui, akibat wabah Covid-19  menjadi halangan terlaksananya banyak kegiatan sekolah terlaksana.

Pembiayaan sejumlah kegiatan sekolah itu merupakan kewajiban yang harus segera dibayar.

Sementara itu kegiatan seperti UJIAN NASIONAL tahun 2020 yang seharusnya terlaksana dengan baik, terpaksa tidak bisa dilaksanakan karena pandemi Covid-19 siswa diwajibkan beralih belajar dirumah.

Soal dana pungutan Ujian Nasional tersebut menjadi satu paket dengan kegiatan lain seperti wisuda, foto kelas, study tour, termasuk SPP.

“Foto kelas saja, harus bayar Rp 250.000,” Ungkap salah satu siswa SMAN 1 Pesanggaran yang baru lulus tahun 2020, (10/07).

Dana yang harus dibayar para murid ketika naik kelas 11 bila dikumpulkan mencapai ratusan juta lebih.

“Pokoknya naik kelas 3 harus bayar tiga jutaan lebih, Study Tour dan SPP namanya diganti dengan istilah lain saya lupa namanya,”ungkap salah satu siswa SMAN I Pesanggaran dibenarkan siswa lain.

Lebih jauh, Aa mengeluhkan dana tersebut hingga saat ini tak dikembalikan sekolah meski dia dan kawan-kawan murid lain sudah lulus.

“Kita sudah lulus, Dimusim Covid-19 semua sedang gencar-gencarnya penerapan social dintancing sekolah hanya nekat melakukan wisuda pada (02/06/2020), artinya kita sudah lulus, kegiatan ujian, study tour dst tidak jadi dilaksanakan, tapi uangnya tidak dikembalikan,” katanya.

Berita ini belum terkonfirmasi lebih lanjut kepada yang terkait.

Informasi dilapangan juga menyebutkan, dana dari jumlah siswa kelas 1 yang lalu dikendalikan oleh oknum internal sekolah dengan berbagai alasan yang berujung tanpa pengembalian ketika kegiatan tersebut ditiadakan.

Hanya kegiatan yaitu Wisuda dipaksa untuk dilakukan di musim pandemi.

Saat ini tim redaksi sedang merinci jumlah total dana berputar dan mengendap disekolah tersebut.

Berita ini belum terkonfirmasi lebih lanjut kepada yang terkait, Kepala sekolah saat dilakukan penarikan dana Ni Wayan Sedariasih maupun kepala sekolah saat ini Selamet Riyadi.(*/kin).

Komentar

comments