Dampak Tambang Emas Tumpang Pitu Tak ada Bertanggung Jawab, BSI dan Masyarakat Bersikukuh

Audiens PT. BSI Dengan Msayarakat Tumpang Pitu (20/10/15)

Audiens PT. BSI Dengan Msayarakat Tumpang Pitu, di Mapolres Banyuwangi. (20/10/15).

Faktanews.co.id.(Banyuwangi)- Penambangan emas gunung tumpang pitu di Banyuwangi jawa timur masih menuai protes dari masyarakat sekitar penambangan yang berada di desa Sumber Agung dusun Pancer Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.

Hari ini sejak  pukul 09.00. (20/10) bertempat di Mapolres Banyuwangi dilakukan audiens antara masyarakat yang kontra terhadap penambangan emas dengan PT. Bumi Sukses Indo (BSI).

Audiens ini merupakan Kelanjutan aksi demonstrasi masyarakat kemarin dilokasi penambangan.

Informasi dilapangan Demonstrasi kemarin senen (19/10) masyarakat nekad hingga melempari pesawat helikopter yang biasa digunakan PT.BSI untuk mengangkut hasil tambang.

Dari demostrasi tersebut, tiga warga diamankan aparat keamanan namun dilepas kembali.

Ini merupakan konsekwensi lanjutan dari ekplorasi yang hanya menomor satukan keuntungan daripada dampak sosial dan kerusakan yang ditimbulkan akibat dari penambangan tersebut.

Audiensi yang dipimpin Kapolres Banyuwangi AKBP. Bastoni Purnama Sik. selasa (20/10/2015) di hadiri pula pihak terkait, nampak Kepala badan lingkungan hidup (BLH) Khusnul Khotima, Kadis perhubungan dan informatika Suprayogi SH, Kepala kantor Pelayanan Perijinan, Abdul Kadir, Perhutani.

Namun di sela-sela audensi terjadi bersikukuh antara kedua bela pihak dari PT BSI dan masyarakat sekitar.

Masyarakat menyayangkan atas adanya pertambangan PT BSI yang di anggapnya dapat merusak ekosistim alam sekitar yang berdampak buruk di kemudian hari, namun jawaban dari PT. BSI mengklaim mengatakan tidak ada dampak pertambangan, karena pihaknya tidak merusak dan tidak mau merusak alam Indonesia.

Anehnya usai audiens yang ditutup siang sekitar pukul 12.00, pihak masyarakat tak ada yang berani komentar.

“Jangan-jangan mas, kami diam dulu karena kami daam pengawasan,” kata Rk tak mau menyebut siapa yang mengawasi.

Namun mereka tak memungkiri Fakta dan kenyataannya dilapangan, gunung Tumpang Pitu yang dahulu asri dan menjulang tinggi serta sebagai pelindung alam dari ancaman tsunami dan sebagai penyerap air hujan namun sekarang bernasib tragis hampir rata dengan tanah dengan sisa-sisa galian.

Sejauh ini tidak ada yang berani mengatakan siapa yang bertanggung jawab.

Penambangan biji emas yang di lakukan oleh pihak investor PT.BSI (Bumi Sukses Indo) tumpang pitu yang berada di desa Sumber Agung dusun Pancer Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur merupakan kelanjutan dari penambangan yang dilakukan PT. IMN (Indo Multi Niaga).

IMN sudah beroperasional sejak 2007 lalu sejak 2012 lalu. dan kini sudah tak lagi melakukan galian dengan meninggalkan kerusakan lingkungan dan luka di hati masyarakat Banyuwangi.

Dampak posisif masyarakat juga tak seimbang sama sekali untuk Banyuwangi kecuali meninggalkan sebagian rakyat yang apes ditangkap dipenjara karena ngiler ingin menikmati kandungan emas dengan melakukan penggalian liar mengandalkan peralatan seadanya. (makin).

Komentar

comments

Tagged with