Dampak Eksploitasi Penambangan Emas Tumpang Pitu Tanggung Jawab Pusat dan Propinsi

Dampak Eksploitasi Penambangan Emas Tumpang Pitu Tanggung Jawab Pusat dan Propinsi

Faktanews.co.id.(Banyuwangi)- Siapa yang harus bertanggung jawab dampak sosial, ekonomi dampak lingkungan hidup, serta dampak jangka panjang ekploitasi penambangan gunung tumpang pitu.

Banyak ekosistem rusak dan berdampak pada kelangsungan makhluk hidup terutama manusia.

Bila Ekploitasi emas di gunung tumpang pitu terus di lakukan maka banyak yang di rugikan,  terutama masyarakat sekitar.

Memang eksploitai tambang emas tumpang pitu bertahun-tahun sebelumnya oleh PT. IMN memunculkan keironisan,  perusahasan sekaliber IMN hanya ekploitasi atau uji coba mencari kandungan emas, sementara penambang liar tradisional di tempat sekitar justru mendapatkan kandungan emas.

Ujung-ujungnya ratusan masyarakat satu persatu di penjara, Sementara hasil tambang emas atas nama PT.IMN menguntungkan pengusaha dan orang besar di baliknya.

Lebih fatal lagi Banyuwangi hanya di beri dampak dari penambangan tersebut.

Limbah tambang emas sisa dari exploitasi berupa Zat kimia Mercuri dan sianida pasti di buang kelaut. zat ini untuk memisahkan  emas dari benda lainnya, terutama emas dengan batu.

“surving di pulau merah. Padahal laut di daerah itu tercemar limbah eploitasi emas. zat kimia yang di pakai dapat merusak kesehatan manus,” kata salah satu sumber menutup mulutnya dengan jari tangan.

Air tercemar akibat dampak limbah, eksploitasi tembang emas akan mencemari persawahan, pertanian terutama hasil panen akan merosot ataupun gagal panen.

Kemungkinan terbesar adalah mata air akan mati semua di karenakan gunung tumpang pitu akan menjadi cekungan yang besar. padahal air dari gunung tumpang pitu diperlukan sebagai sendi kehidupan masyarakat sekitar.

Dampaknya lain adalah Laut yang ada di sekitar tercemar Sianida, Banyuwangi sebagai salah satu penghasil ikan terbesar di Indonesia tentu saja terganggu.

Dampak dari pada tambang emas merupakan dampak panjang yang sulit akan ditemukan karena tidak dapat memperbaruhi ekosistem rusak.

Ekosistem di laut akan rusak, terumbu karang tempat kumpulnya ikan akan mati. tidak akan ada kehidupan laut, tak ada lagi ikan atau menipisnya hasil petik ikan, bagi masyarakat disekitar gunung tumpang pitu yang selama ini nelayan, Pola kehidupan masyarakat sekitar harus berganti.

Kepala kantor Badan lingkungan hidup saat di konfirmasi tidak ada di tempat. Melalui kabid pengawasan,  H. Dwi Handanyani.ST. mengatakan, ijin AMDAL dan dampak lingkungan hidup serta hal lain yang berkaitan dengan penambangan adalah kewenangan pusat, sementara daerah cuma sebatas pengawasan saja.

“tapi setelah IMN Eploitasi penambangan emas sampek sekarang belum dilakukan, eploitasi terbuka perusahaan BSI tahun 2016 nanti,”katanya

di pihak lain pelaksana teknis Badan lingkungan hidup Ivan candra mengatakan, siapapun tahu kandungan zat merkuri dan sianida dampak pada manusia adalah kasinogenik (kangker), namun dalam tugasnya meliputi hanya pengujian di lab, dengan contoh sempel yang ada dilokasi Banyuwangi masih bagus tidak ada pencemaran.

”setelah kita tes di laboratorium kondisi air laut masih normal, kadar air laut 0,001mg/ltr masih standar,” katanya. (makin).

Komentar

comments

Tagged with