Dampak Alat Berat Usaha Galian C, Lahan Petani Rusak

Dampak Alat Berat Usaha Galian C, Lahan Petani Rusak

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Usaha galian C (penambangan pasir) di dusun Gumuk agung Desa Watu Kebo, Kecamatan Blimbing sari dikeluhkan pemilik kebun ataupun pemilik lahan didekatnya.

Pasalnya, lahan atau kebun didekat galian C selalu harus menanggung kerusakan akibat alat berat yang digunakan penambang galian c.

Investigasi team Faktanews.co.id (05.12.2018) melihat dengan dekat kerusakan lahan yang diakibatkan oleh alat berat penambang galian C.

Pemilik lahan Hendra (36) warga dusun Gumuk Agung mengatakan,  dirinya sangat kaget saat mengunjungi lahan kebun miliknya sudah rusak.

Menurutnya akibat alat berat pengusaha galian C telah pula merusak drainase dan lahan kebun miliknya.

Alat berat Galian C acapkali berjalan di jalan merusak jalan bahkan adalanya alat berat di taruh begitu saja tanpa ijin dilahan pertanian terdekat.

“Saya tidak peduli entah oknum atau bukan si pemilik tambang, yang pasti perbuatan dengan memasuki lahan orang lain tanpa ijin sangat tidak dibenarkan,”ungkapnya dengan nada keras.(15/12/2018).

Kepala Desa Watu Kebo Kecamatan Blimbingsari Supriadi didampingi ketua APRB, Miwanto SH mengatakan, bahwa pernah ada oknum penambang pasir menghadap dan memohon ijin penambangan pasir dengan iming-iming kompensasi 5 ribu rupiah per rit dump truck.

“Tapi hingga berita ini diturunkan belum ada realisasi kompensasi masalah tersebut, dihubungi selalu menghindar dan saat ditelpon tidak pernah diangkat,”sesalnya.

Sementara itu menurut Miwanto bahwa memasuki lahan orang lain tanpa ijin atau permisi itu sangat tidak dibenarkan sesuai pasal 167 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”).”

Apabila pihak penyerobot atau perusak lahan (pengusaha galian C) tidak menunjukkan itikat baik, saya akan membawa masalah ini dengan bukti yang sudah terlampir untuk dilaporkan kepihak-pihak terkait,” tegasnya. (her/kin).

Komentar

comments

Tagged with