Cuaca Ekstrem di Situbondo Sebabkan Abrasi di Pantai Pathek

Cuaca Ekstrem di Situbondo Sebabkan Abrasi di Pantai Pathek

Faktanews.co.id.-(Situbondo)-Cuaca ekstrem dengan hembusan angin kencang dan gelombang ombak di laut tinggi yang menerjang pesisir utara, membuat resah sejumlah masyarakat di beberapa lokasi dekat pantai di kabupaten Situbondo ,Jawa Timur.


Pasalnya akibatgelombang laut hingga setinggi 3 hingga 4 meter juga semakin mengikis pondasi sejumlah rumah dan beberapa pertokoan milik warga yakni di pantai Pathek Desa Gelung, Kecamatan, Panarukan. Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar dan Desa Mimbo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo Jatim.

Ombak tersebut selain merusak pondasi  bangunan juga mengancam puluhan bangunan lain. 
Tidak hanya itu, ombak laut yang tinggi dan hempasannya yang mengakibatkan abrasi juga sempat mengakibatkan sempadan/batas pantai di Pathek nyaris ambruk.

Salah satu warga Desa Gelung , Kecamatan Panarukan, Situbondo, Asmuni (34) merasa resah karena khawatir pondasi dan tokonya rusak terkikis gelombang laut.

Untuk itu dia berharap sepanjang bibir pantai di desanya segera dibangun Tangkis Laut (Talut).

“Rumah dan toko saya nyaris terkikis abrasi laut,” ujarnya, (19/12).

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabuoaten Situbondo, Taufik Hidayat, melalui kepala bidang pencegahan Dan Kewaspadaan Bencana, Gatot Trikorawan mengatakan, dari data Badan Meteorologi Dan Klimatologi dan Giofisiaka (BMKG) provinsi Surabaya diterima BPBD Situbondo, tanggal 19 November No. KT.304/11/96/IX/MGUD/2017, gejolak alam tinggi  diprediksi akan tinggi setelah memasuki bulan Januari 2018 nanti yang akan menyebabkan angin dan gelombang pasang akan meningkat.

Ini akan mengancam kawasan pemukiman milik warga yang berada di kawasan pantai.

” Terhitung sejak bulan Desember ini intensitas curah hujan sudah semakin tinggi dan itu  menimbulkan gelombang laut naik, hingga kemungkinan besar akan terjadi abrasi pada beberapa bulan ke depan,” jelasnya.

Gatot menambahkan bahwa, BPBD beserta instansi terkait di Situbondo pihak instansi lainnya akan melakukan langkah-langkah guna mengantisipasi ancaman abrasi gelombang laut.

Pihaknya mengakui hal ini sudah diajukan kepada Bupati tentang aspek insfrastrukturnya seperti pembangunan tangkis laut (Talut) di tiga desa tersebut.

Kepala Desa Gelung , Kecamatan Panarukan , Situbondo, JawaTimur, H Jasmoto juga mengatakan meski di Pantai pathek sudah ada bangunan pemecah ombak, bukan berarti gelombang laut tidak bisa mengikis bibiran pantai kurang lebih 1 sampai 2 meter jarak pantai kekawasan pemukiman penduduk.

“Walaupun sudah ada bangunan pemecah ombak penduduk di pinggir pantai tetap khawatir dengan gelombang laut yang semakin tinggi, karena rumah warga sangat dekat sekali dengan pantai, bahkan sudah ada beberapa rumah  yang pondasinya sudah mulai rusak terkikis oleh gelombang pasang,” papar Jasmoto. (nis/kin)

Komentar

comments

Tagged with