Calon Walikota Aklamasi, Tak sesuai Demokrasi

Rismaharini (Walikota Surabaya)

Rismaharini (Walikota Surabaya)

Faktanews.co.id.(Surabaya)-  Ajakan ide Pemilihan Walikota Surabaya dilakukan secara aklamasi merupakan hal sulit diterima di era demokrasi seperti sekarang ini.

Menurut bakal calon Walikota Surabaya yang rencana di usulkan dari partai Gerindra dan Demokrat, Basa Alim Tualaeka, Gagasan yang dikemukakan PDIP tersebut, merupakan sikap yang berlebihan mengingat mereka (PDIP) berencana mengusung pasangan incumbent Tri Rismaharini – Whisnu Sakti Buana yang kini juga menjabat Ketua DPC PDIP Surabaya.

“Kalau menurut saya ajakan atau wacana itu sah-sah saja, namun tidak tepat serta tidak sesuai dengan mekanisme yang berlaku saat ini,” kata Basa Alim Tualaeka, lic 26/6/2015

Basa Alim menjelaskan, Pilwali atau Pilkada  kini mengacu pada aturan pemilihan langsung dengan calon harus lebih dari satu pasangan.

“Jadi kalau PDIP menginginkan aklamasi, berarti harus berjuang di Senayan untuk mengembalikan sistem demokrasi pemilihan secara tidak langsung. Dalam pemilihan secara tidak langsung pun harus ada pasangan calon juga lebih dari satu dan harus memenuhi persyaratan dan kriteria, baru diadakan pemilihan,” jelasnya.

Basa Alim menilai,  wacana yang disampaikan PDIP Surabaya itu hanyalah akal-akalan politik saja. Seakan-akan Parpol lain tak punya calon atau tidak mencalonkan.

Dalam menghadapi Pilkada atau pilwali Surabaya beberapa parpol besar seperti  Gerindra,  Demokrat, PAN

Demok

(lic/kin/fn)

Komentar

comments

Tagged with