Calon Tunggal Kapolri Tersangka Korupsi, KPK di Puji, Jokowi Tak Konsisten

JokowiPeningkatan hartanya dari harga asetnya yang mengalami Peningkatan?
Faktanews.co,id-(jakarta)- Keberanian KPK pada hari Selasa (13/01) menetapkan Komjen (Pol) Budi Gunawan sebagai tersangka korupsi, menjadi titik balik pemerintah Presiden Jokowi menunjuknya calon Kapolri.

Apalagi sebelumnya pada surat 9 januari 2015, Budi Gunawan ditunjuk calon tunggal Kapolri. Sebagai calon Kapolri, Budi tentu saja menjadi simbol pimpinan tertinggi di tubuh kepolisian Indonesia. Ini semakin mendegradasi reputasi dan citra Korps Bhayangkara sebagai aparat penegak hukum negara.

Budi gunawan sebenarnya sudah mendapatkan rapor merah ketika presiden jokowi sebelumnya menyerahkan nama-nama calon kabinet pemerintahannya. pada penentuan pemilihan kabinet, Jokowi melibatkan KPK dan PPATK,

KPK menetapkan calon tunggal Kapolri Budi tersangka setelah enam bulan melakukan penyelidikan yang dinaikkan menjadi penyidikan ketika menemukan 2 alat bukti yang mnegindikasikan terjadi korupsi.

Oleh karenya Jokowi dinilai presiden harus bisa memberi penjelasan jika tidak ingin mendapatkan penilaian tidak konsisten dalam memilih aparatur negara. Ini semakin parah karena di hubungkan Budi Gunawan dinilai memiliki hubungan dekat dengan Megawati Soekarnoputri.

“presiden tidak konsisten dalam menjalankan roda pemerintahan. “ kritik Direktur Eksekutif Institute PolcoMM Heri Budianto, Selasa (13/01).

Mahfud MD Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Melalui akun twitternya, angkat topi kepada KPK yang menetapkan calon Kapolri Budi Gunawan sebagai tersangka korupsi. Meski tugas KPK memang memberantas korupsi, tapi bagaimanapun menetapkan calon Kapolri Budi Gunawan sebagai tersangka korupsi adalah sebuah keberanian yang luar biasa.

Sementara itu usai ikut uji profertes calon Kapolri Budi Gunawan mengatakan soal dugaan korupsi terkait rekening gendut miliknya, budi menyatakan tidak ada yang perlu di curigai pengingkatan harta kekayaaannya.
Misalkan aset rumahnya tanahnya di beli hanya 300 juta kini sudah senilai 2,3 milyar. Begitu pula soal rumah susun yang dibeli 500 juta kini dinilaikan 2,5 M. ” Masih wajar-wajar saja, kalau aset
(Ib/fn)

Komentar

comments

Tagged with