Calon Pasangan Pengantin Ada Yang Pengidap AIDS

Calon Pasangan Pengantin Ada Yang Pengidap AIDS

Faktanews.co.id.– Sejak diberlakukannya kewajiban tes HIV bagi pengantin baru dan ibu hamil telah ditemukan puluhan calon pengantin (Capeng) di Cilacap terdeteksi menderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan beberapa di antaranya sudah terjangkit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas kesehatan Kabupaten Cilacap, Kuswantoro mengatakan, tingkat penularan HIV/AIDS di Cilacap berkatagore tinggi. Saat ini ada sekitar 1.440 orang yang positif mengidap HIV. Angka ini merupakan akumulasi hitungan sejak 2007.

“Ada penambahan ada juga pengurangan karena meninggal dunia. Cenderungnya terus bertambah,” ungkapnya.

Terkait aturan perda yang mengatur berbagai program penanggulangan, seperti kewajiban tes HIV bagi pengantin baru dan ibu hamil, sudah 59 calon pengantin (Capeng) di Cilacap terdeteksi menderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan beberapa di antaranya sudah berkategori memgidap AIDS.

Menurutnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Cilacap, telah mewajibkan tes voluntary counselling and testing (VCT) atau konseling dan tes HIV sukarela (KTS) bagi calon pengantin dan ibu hamil.

Kewajiban tes itu tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Cilacap Nomor 2 Tahun 2015 tentang Penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Cilacap.

“Mulai efektif diberlakukan sejak 2016,” kata Kuswantoro seperti dikutip gatra.com, di Cilacap, Senin (26/8).

Dalam pelaksanaannya, untuk
untuk mencegah penularan ke pasangannya, calon pengantin akan menandatangani kontrak untuk memberitahukan kepada pasangan hasil tes laboratoriumnya.

“Nanti, calon pengantin akan diminta untuk memberitahukan kepada pasangannya,” ujarnya.

Seperti diketahui Aids hingga saat ini merupakan penyakit mematikan yang cenderung terus meningkat mengiringi tingkat kenakalan remaja akibat kemajuan teknologi dunia internet yang disalah gunakan.

Penularannya terjadi melalui produk darah (jarum yang tidak steril atau darah yang tidak disaring).

Melalui hubungan seks vaginal, anal, atau oral tanpa alat pengaman.
Dari ibu ke bayi dalam proses mengandung, persalinan, atau menyusui.(gac/hay).

Komentar

comments