Caleg Terpilih DPRD Banyuwangi 2019, Bawaslu Tak Temukan Money Politik Caleg Demokrat

Caleg Terpilih DPRD Banyuwangi 2019, Bawaslu Tak Temukan Money Politik Caleg Demokrat

Faktanews.co.id-(Banyuwangi)- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyuwangi menjadwalkan, pleno penetapan caleg terpilih DPRD Kabupaten Banyuwangi dan perolehan kursi dilakukan tiga hari setelah pleno rekapitulasi dan penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 tingkat nasional yang dilaksanakan mulai 22 Mei 2019.

“Penetapan perolehan kursi dan caleg terpilih akan dilaksanakan setelah putusan KPU RI secara nasional. Kemudian setelah itu, dimungkinkan akan ada perselisihan atau gugatan hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi,” kata Ketua KPU Kabupaten Banyuwangi, Syamsul Arifin Senin (20/5/2019).

Menurutnya, jika tidak ada gugatan, maka penetapan caleg DPRD Kabupaten Banyuwangi terpilih dan perolehan kursi bisa dilakukan.

Namun jika ada gugatan, maka akan menunggu sampai selesai putusan Mahkamah Konstitusi, baru kemudian bisa menetapan caleg terpilih dan perolehan kursi.

“Jika tidak ada gugatan, direncanakan nanti pleno penetapan caleg terpilih dan perolehan kursi dilakukan secepatnya,”katanya.

Syamsul menambahkan, setelah melalui proses tersebut, maka hasil pleno penetapan caleg terpilih dan perolehan kursi DPRD Kabupaten Banyuwangi baru bisa diumumkan kepada masyarakat.

Sementara itu nama-nama yang dipastikan melenggang di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi sebagai berikut:

DAPIL I

1. HJ.Mahfrochatin Ni,mah (PKB)

2. I Made Cahyana Negara,SE (PDI)

3. Umi Kulsum,SH ( Golkar)

4. Ir.Nauval Badri (Gerindra)

5. Ricco Antar Budaya SH.M.Kn (Demokrat)

6. A.Taufik (PKB)

7. Ir.Basuki Rahmad (Hanura)

8. Heksa Soedarmadi,SH (PDI)

9. Drs, Moh Padil (Nasdem)

10. Eni Viatin Diah Martiva (PKS)

11. Basir (PPP)

DAPIL II.

1.M.Ali Mahrus,S.HI (PKB)

2.Salimik (PDIP)

3.Michael Edy Hariyanto,SH (Demokrat)

4.Anita Rani,SH (PKB)

5.Marifatul Kamila,SH (Golkar)

6.Wagianto (PDIP)

7. Drs, Syahroni (PPP)

8. BERNAT (Nasdem)

9.LINPAT(Gerindra)

DAPIL III.

1.Hadi Widodo (PDIP)

2.Priyo Santoso (PKB)

3. Riccy Antar Budaya (Demokrat)

4. Sri Utami (Hanura)

5. Ali Mustafa (Nasdem)

6. Suparman Edy.H (Gerindra)

7. Irianto,SH (PDI P)

8. Inayati Kusuma (PKB)

9.Sofiandi (Golkar)

10. Hasanuddin (PPP)

11. Anom Basori ( PDI P)

DAPIL IV.

1.Patemo (PDI P)

2. H. Ahmad Munib Syafaat (PKB)

3. Yuseni (Demokrat)

5. Suyatno (Golkar)

6. H. Sugirah (PDI P)

7.Drs, H.Suprayogin (Gerindra)

8. H. Susianto (Demokrat)

9. Yayuk Banar Sri.P (PDI P)

10. Emy Wahyuni Dwi Lestari (Demokrat)

DAPIL V.

1.VICKY SAPTALINDA,SE (PDI P)

2.H.Khusnan,M.Pd.I (PKB)

3.RULIONO,SH (Golkar)

4.Fadhan Nur Aripin (Demokrat)

5.Syamsul Aripin (PPP)

6. Ahmad Masrohan (PDI P)

7. Abdul Ghofur (Gerindra)

8. Hj. Ratih Nurhayati (Nasdem)

9. Sri Wahyuni (PKS).

Ditempat berbeda sebelumnya Bawaslu tidak menemukan adanya unsur pidana pemilu terhadap dugaan Money politik terkait calon anggota DPRD Banyuwangi dari partai Demokrat.

Padahal menurut salah satu pelapor, Helmi bukti uang dan bukti lainnya sudah  diserahkan Bawaslu, saksi penerima uang ada, dari mana asal uang juga sudah ada.

“Pelapor terkait calon Anggota DPRD partai Demokrat tidak saya saja, semua lengkap,  barang bukti dan saksi-saksi. Tapi Bawaslu menyatakan memenuhi unsur tindak pidana pemilu Pasal 523 ayat (2) jo Pasal 578 ayat (2) Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum,” jengah Helmi gelengkan kepala usai membaca pengumuman di Bawaslu.(15/5).

Ketua Bawaslu Banyuwangi Hamim kepada faktanews.co.id. dan sejumlah media yang mencoba mengkonfirmasi dimaksud tidak memenuhi unsur seperti tulisan di tempel dipapan Bawaslu Banyuwangi.

Hamim menjelaskan panjang lebar alasan Bawaslu memutuskan tidak ada pelanggaran Pidana Pemilu terhadap Laporan tersebut.

“Helmi sebagai pelapor, tapi Helmi juga dilapori warga,”kata Ketua Bawaslu Banyuwangi Hamim diruang kerjanya, (8/5/19).(kin).

Komentar

comments