Buron Korupsi Dana Desa Ditangkap Di Tanggerang

Faktanews.co.id.-(Situbondo)– Usai ditangkap sehari sebelumnya, H. Mulyadi mantan Kades Kalianget Kecamatan Banyuglugur  telah diserahkan kepada kejaksaan Negeri Situbondo, Selasa (11/2/2020).

Mulyadi ditangkap Tim intelejen Kejaksaan Agung Senen siang (10/2) di wilayah Ciledug Tangerang, Banten setelah kurang lebih 4 bulan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tepatnya sejak tanggal 8 Oktober 2019 lalu Mulyadi masuk Penetapan Daftar Pencarian Orang (DPO) Nomor : 01/M.5.40/fd.1/10/2019 tanggal 08 Oktober 2019 lalu karena statusnya menjadi tersangka kasus dugaan korupsi terkait penyalahgunaan penggunaan dana desa (DD) Tahun Anggaran 2018.

Dalam kasus itu, perbuatan Mulyadi tercatat Kejaksaan telah merugikan keuangan negara mencapai Rp 427 jutaan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Situbondo Nur Slamet SH, MH. mengatakan, pelaku diserahkan ke tim Kejari Situbondo  jam 22.00 WIB tadi malam dan baru sampai ke Kejaksaan Negeri Situbondo Subuh tadi, (11/2).

“Mantan Kades Kalianget, Kecamatan Banyuglugur itu ditangkap oleh Tim Intelejen Kejaksaan Agung di wilayah Ciledug, Tanggerang pada hari Senin siang,” katanya.

Menurut Nur Slamet, Tersangka pandai dalam mengelabuhi saat dalam  pengejaran Kejaksaan hingga tim bersama tim kejaksaan Agung berhasil menangkapnya.

“Beberapa item pekerjaan yang tidak dilaksanakan oleh tersangka, setelah pencairan DD itu digunakan H. Mulyadi untuk kepentingan pribadi. Tersangka ini terkenal ulet dan pandai mengelabui,”imbuhnya.

Dalam kasus korupsi ini, Mulyadi yang disangka merugikan Negara itu muncul sebagai kegiatan fiktif DD dijerat pasal 2 ayat (1) jo pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 perubahan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman 4 tahun hingga 20 tahun penjara.

Hal tersebut berdasarkan hasil audit ivestigasi Inspektorat Kabupaten Situbondo yang ditindak lanjuti surat perintah penyidikan kepala kejaksaan negeri Situbondo Nomor: PRINT–02A/M.5.40/fd.1/08/2019 tanggal 02 September 2019

Sementara itu, Kepada sejumlah wartawan, Mulyadi membantah jika selama ini dinilai melarikan diri.

Menurutnya, dia pergi dari situbondo untuk bisnis dagang besi tuanya di Tangerang demi menyelesaikan permasalahan masalah keuangan saat dia menjabat di Situbondo.

“Saya tau kalau di tetapkan sebagai tersangka bahkan DPO, tapi saya masih menyelesaikan bisnis saya di Tangerang, untuk menyelesaikan tanggungan saya di Situbondo,” ujarnya.(sev/kin).

Komentar

comments

Tagged with