Bupati Mojokerto Akhirnya Ditahan KPK

Bupati Mojokerto Akhirnya Ditahan KPK
Faktanews.co.id- (Jatim)- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa, Selasa (30/04/2018).

Mustofa ditahan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK sekitar pukul 13.59 WIB.

Keluar dari gedung KPK Mustofa Ia dudah mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye bergegas naik dalam mobil tahanan KPK.

Seperti tersangka KPK lainnya Mustofa enggan berkomentar banyak soal kasus korupsi yang menjeratnya sebagai tersangka.

“Kami ikuti prosedur hukum saja yang dilaksanakan KPK,” kata Mustofa di Gedung KPK, Jakarta, Senin (30/4),

Seperti diketahui Sebelumnya tiga ruang kerja masing-masing Ruang kerja Bupati, Mustofa Kamal Pasa (MKP), Wakil Bupati (Wabup), Pungkasiadi, dan ruang kerja Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab), Herry Suwito disegel oleh sejumlah petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pukul 11.00, Selasa (24/04/2018).

Ini merupakan sekelumit tiba-tiba suasana Pemkab Mojokerto menjadi hening dan tegang karena kedatangan Petugas KPK dan memarkir tujuh unit Mobil Toyota Innova tak jauh dari lokasi Pemkab setempat.

Setelahnya, petugas KPK yang turun dari salah satu kendaraan mendatangi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk diminta untuk menyaksikan proses penyegelan tiga ruangan yang ada dilantai dua yang akan dilakukan oleh petugas KPK.

“kami diminta menjadi saksi penyegelan kantor ini oleh KPK,” kata Kasi Keamanan Lingkungan Setdakab Mojokerto, Sartono.

Sekdakab Mojokerto, Herry Suwito yang melihat petugas KPK mendatangi kantornya, nampak panik dan gugup dan turun dari ruang kerjanya dilantai dua lari ke Pringgitan.

Tak berselang lama, Herry Suwito kembali berlari menuju ruangan kantornya menyaksikan proses penggeledahan yang dilakukan oleh puluhan petugas KPK.

Info yang berkembang kedatangan KPK di Kabupaten Mojokerto terkait dugaan suap (gratifikasi) ijin sekitar 15 titik tower Telkomsel tahun 2015.

Berawal penertiban tower beroperasi tanpa izin namun ada orang yang mengaku sebagai pemilik tower (Oktavianto) telah mengeluarkan sejumlah uang pada seseorang.

“Petugas KPK melakukan penggeledahan dan penyegelan di tiga kantor utama itu, terkait adanya dugaan gratifikasi ijin pemasangan tower telkomsel yang berjumlah kurang lebih 15 unit,” Kata Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa,(KMP).

Sementara itu, selain melakukan penggeledahan dan penyegelan Ruqbg kerja Bupati, Wakil Bupati dan Sekdakab Mojokerto, penyidik KPK secara serentak juga melakukan penggeledahan di kantor Dinas DPUPR dan Dispendik, Bappeda Humas, Bapeda. (fak/hay).

Komentar

comments

Tagged with