Bupati Bantah Dapat Jatah Fei Proyek 10 %, Kejaksaan Berpegang Hasil Penyidikan

Bupati Bantah Dapat Jatah Fei Proyek 10 %, Kejaksaan Berpegang Hasil Penyidikan

Faktanews.co.id.- Nyanyian fei proyek dibantah dingin Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR (Faida), apalagi bila tudingan yang mendapat fei juga masuk kepada dirinya.

“Saya tidak perlu merespons secara berlebihan segala tuduhan di luar proses hukum atau di luar putusan pengadilan karena hal semacam itu tidak punya kekuatan hukum apapun,” kata Bupati Faida melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Jember Gatot Triyono yang diterima beberapa kalangan termasuk awak media Kamis, (6/2/2020).

Faida pada garis besarnya membantah dirinya mendapat fei 10 persen dari proyek seperti yang diungkapkan ke media oleh Wakil Ketua Panitia Angket DPRD Jember David Handoko Seto menyusul keterangan dari Muhamad Fariz Nurhidayat (Fariz) di dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Jember.

Terkait beredarnya pernyataan yang tidak bertanggung jawab bahwa seakan-akan dirinya menerima sesuatu atau hadiah yang melawan hukum dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di kabupaten Jember, Menurut Bupati Faida, ungkapan Fariz itu di balik jeruji besi itu bisa dimanfaatkan kepentingan politik tertentu.

“Yang pasti komitmen tegak lurus saya dalam menjalankan pemerintahan tidak pernah berubah sampai saat ini,” kata Faida.

Sebelumnya, viralnya informasi uang fee proyek yang mengalir ke Bupati Faida disampaikan ke media oleh Wakil Ketua Panitia Angket DPRD Jember David Handoko Seto setelah mendapat keterangan dari Fariz di dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Jember.

Seperti diketahui, Fariz sudah ditahan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Jember dalam penyidikan kasus korupsi proyek Pasar Manggisan sejak Kamis, 23 Januari 2020 lalu merasa dikorbankan dalam perkara kasus korupsi Pasar Manggisan, Jember yang saat ini masih ditangani Kejaksaan Negeri Jember.

Fariz selama ini bekerja PT Maksi Solusi Enjinering bertugas membuat desain gambar proyek dengan gaji 5 juta tiap bulan.

Yang mengejutkan, Wakil Ketua Panitia Angket DPRD Jember David Handoko Seto kepada media mengaku di  LP mendapat keterangan dari Fariz soal fee proyek yang mengalir ke Bupati Faida.

Pengakuan Fariz bahwa hasil menggarap proyek di Pemkab Jember dikirim semua ke rekening pribadi atasannya, yakni Direktur Utama PT Maksi Solusi Enjinering yakni Irawan Sugeng Widodo yang biasa dipanggil Dodik.

Menurut David, transfer rekening penampungan fei disimpan Fariz sudah diberikan ke Kejaksaan Negeri Jember sebagai bukti pengumpulan hasil dari komitmen main proyek.

Pesan Dodik ke Fariz, uang yang terkumpul itu ada bagian untuk Bupati Faida.

“Menurut Fariz, 10 persen haknya Bupati,” ungkap David.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Jember, Setyo Adhi Wicaksono mengatakan, pihaknya  dalam menentukan status dalam penanganan hukum terperiksa minimal dengan dua alat bukti.

Terkait keterlibatan bupati Faida seperti temuan tim angket DPRD Jember, pihaknya mengaku tidak terikat hal tersebut.

“Harus dilihat dulu (rekomendasi Hak Angket DPRD Jember) kami nilai faktanya yang terungkap,” kata Setyo Jum’at, (7/2/2020).

Seperti diketahui, Proyek revitalisasi Pasar Manggisan di Kecamatan Tanggul merupakan program pada anggaran tahun 2018 dengan nilai Rp. 7,8 miliar.

Tender Proyek ini dimenangkan oleh PT. Dita Putri Waranawa.

Sampai kini, pasar tersebut tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Kerugian negara senilai Rp. 685 juta.

Kejari Jember telah menetapkan tiga tersangka dan menahan pengguna anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang kini menjabat Kepala Dinas Pariwisata Jember, Anas Ma’ruf dan M Fariz Nurhidayat (konsultan perencana) kini Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menetapkan kuasa direktur, Edy Shandi Abdurrahman pelaksana proyek Pasar Manggisan, Jumat  (24/1/2020).(nuc/kin).

Komentar

comments

Tagged with