Buntut Persoalan Normalisasi Sungai dan TTD Palsu, Kades Gladak Tak akui Pokmas

Buntut Persoalan Normalisasi Sungai dan TTD Palsu, Kades Gladak Tak akui Pokmas

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)–Warsono, PJ Kades Gladag, Rogojampi, Banyuwangi, mengatakan pembentukan Pokmas SURANGGANTI Ilegal karena keberadaan pembentukan tidak prosedural.

Ini disampaikan Warsono terkait ada informasi beberapa warga Dusun Krajan, Desa Gladag, Banyuwangi akan mendatangi Polsek karena nama dan tanda tangannya dicatut orang mengatasnamakan Pokmas tersebut.

“Pokmas SURANGGANTI pembentukannnya tidak prosedural dan dalam pembentukan saya juga tidak diundang hadirkan. Pokmas tersebut tidak memiliki SK dan bisa dikatakan ilegal. Penanggung jawab Pokmas maupun kegiatan adalah pak Saroni anggota dewan,”kata warsono.(1/11/2019).

Warsono juga membenarkan bahwa adanya pemalsuan tanda tangan beberapa warganya dan beberapa diantaranya akan mendatangi Polsek Rogojampi.

Informasi yang berkembang, pencatutan dan pemalsuan tanda tangan dilakukan segelintir untuk nama Pokmas muncul ketika ada Persoalan normalisasi sungai yang ada di desa Gladag.

Normalisasi sungai yang menggunakan bego tersebut sempat terhenti namun akhirnya tanpa alasan jelas terjadi pergantian bego.

“Saya tidak pernah merasa tanda tangan, kapan dan dimana saya tanda tangan. Dopir juga tidak, orangnya saja ada di Kalimantan bagaimana mau tanda tangan. Pihak saya sudah datang ke Polsek, tapi disarankan untuk menyelesaikan di Desa,”ungkap salah satu warga setempat, H. Andik.

Sementara itu sebelumnya, kepada wartawan Zabadi S.Pd mengakui keberadaan Pokmas SURANGGANTI dan dirinya termasuk dalam sekretaris.

“Pokmas ini memang benar dan betul adanya, terbentuk tanggal 16 September 2019 sudah diketahui Desa namun tidak ada pelantikan. Kaitan beberapa orang yang merasa dirugikan terkait tandatangan, jika masnya sudah konfirmasi ke yang bersangkutan berarti sudah tahu jawabannya,”katanya.

Menurut Zabadi, didalam kepengurusan  pokmas ini juga terdapat salah satu  nama Anggota DPRD Banyuwangi.

“Kalau ingin lebih detail, ketemu dengan Bapak Syahroni selaku pembina kami,”terang Zabadi.(kur/kin).

Komentar

comments

Tagged with