Buntut Penambangan Emas, Lagi-lagi Warga Sumber Agung Hampir Bentrok

Buntut Penambangan Emas, Lagi-lagi Warga Sumber Agung Hampir Bentrok

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Entah untuk kesekian kali kericuhan tak pernah henti akibat keputusan Politik tentang penambangan emas di area gunung tumpang pitu.

Kericuhan akibat konflik horizontal antar masyarakat setempat kembali terjadi kali ini Ricuh warga dusun Pancer Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran terkait kehadiran tim peneliti dari salah satu universitas dari Jakarta memasuki hari kedua  melakukan penelitian digunung Salaan memasuki hari kedua pada Kamis (9/1/2020).

Kericuhan ini melibat sesama warga Sumber Agung yang saling berhadapan antara Pro dan kontra nyaris terjadi bentrok.

Kericuhan itu diawali dengan adanya sekelompok warga yang dipekerjakan oleh PT BSI yang sebenarnya juga warga desa Sumberagung datang ke lokasi dimana warga tolak tambang berkumpul.

Situasi mulai memanas dipicu adanya cuitan perkataan bernada melecehkan secara seksual dari pihak warga pro tambang kepada salah satu emak-emak yang juga merupakan tokoh warga tolak tambang.

Kedua kubu warga sempat memanas dan saling dorong hingga nyaris baku pukul namun kemudian berhasil dilerai oleh warga lainnya.

“Gara-garanya ada perkataan terlontar dari kubu warga pro tambang yang bernada menghina dan melecehkan secara seksual kepada salahsatu tokoh perempuan kubu warga tolak tambang mas, ya tentu saja warga tolak tambang lainnya tidak terima hingga saling dorong dan nyaris baku pukul”, tutur salahsatu warga yang namanya enggan disebutkan kepada awak media.

Vivin Agustin selaku kepala desa Sumberagung berada dilokasi saat kericuhan berlangsung, Vivin sekitar pukul 14:15 wib, Vivin tiba dilokasi massa berkumpul.

Kepala desa yang sempat merekomendasi pencabutan ijin Penambangan namun menarik kembali surat permohonan tersebut, nampak kesulitan meredam amarah kedua kubu warganya itu.

Untungnya situasi ricuh mereda setelah kubu warga pro tambang meninggalkan lokasi.(TIM/kin)

Komentar

comments

Tagged with