Buntut Ijin Penambangan, Situasi Terus Memanas Warga Sebut Jokowi, Yunus Ingin Jangan Adu Warga Dengan Aparat

Buntut Ijin Penambangan, Situasi Terus Memanas Warga Sebut Jokowi, Yunus Ingin Jangan Adu Warga Dengan Aparat

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)–  Pergerakan warga khususnya dari dusun Pancer Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran tampaknya tak menunjukkan tanda-tanda surut.

Memasuki hari keempat hari Sabtu (11/1/2020) aksi warga tetap bersikukuh menuntut penghentian penambangan oleh PT BSI dan menolak rencana penelitian mineral bawah tanah di Gunung Salakan dari Universitas Tri Sakti Jakarta.

Situasi beberapakali juga sempat memanas dilokasi aksi penghadangan akibat gesekan antara warga kontra tambang emas dengan sebagian warga dusun Pancer yang pro tambang emas yang ikut bekerja di PT BSI.

Sempat pula dua warga pingsan dan dibawa ke klinik kesehatan terdekat mendapatkan perawatan.

Hal ini dikarenakan, dalam situasi memanas Aktivitas pekerja PT BSI yang tetap lakukan aktivitas mengulur kabel dipinggiran gunung Salakan sementara dua wanita yang memiliki perkebunan buah naga diarea tersebut mencoba menghadang.

Satu orang pingsan karena tersodok petugas keamanan yang sedang mendampingi pekerja PT BSI bekerja, satu wanita lainnya pingsan karena histeris.

Dalam catatan Faktanews.co.id. Dari puluhan kejadian yang sudah terjadi sebelumnya baik yang berujung hukum maupun upaya perlawanan warga, penolakan warga yang sudah memasuki hari keempat hari Sabtu (11/1/2020) ini merupakan salah satu pergerakan yang berpotensi rusuh antar warga yang melibatkan pihak terkait.

Sementara itu, kedatangan aktivis M Yunus Wahyudi membuat motivasi bagi masyarakat kontra.

Warga merasa seperti menemukan semangat baru untuk tetap bertahan terhadap sikap kontra penambangan gunung tumpang pitu dan gunung lain (Salakan) yang mereka nilai akan  ditambang dengan meninggalkan akibat.

Yunus yang membaur dirasakan warga setempat sebagai teman atau tokoh yang diharapkan bisa menjembatani kekhawatiran mereka terhadap resiko bencana dan resiko lain yang diterima masyarakat dikemudian hari.

Masih dalam aksi, warga terus meneriakkan yel yel tolak tambang dengan meminta agar Presiden Jokowi mendengarkan situasi yang dihadapi warga sejak ada penambangan emas diwilayahnya.

“Pak Jokowi, Pak Jokowi, tolong kami,”teriak beberapa wanita tua sambil menangis.

Dalam situasi memanas sempat hampir terjadi benturan fhisik antara Yunus dengan pria berperawakan besar dengan kuncir di jenggot.

“Buka kaca matamu, ayo kita omong, anda disini pendatang, jangan masyarakat di adu dengan polisi dan TNI,”kata Yunus saat berhadapan dengan pria tinggi besar dengan jenggot di kuncir panjang yang baru keluar dari mobil.

Untungnya beberapa orang mencoba memisahkan agar tidak terjadi benturan fhisik.

“Saya akan menghadap bupati, dan mengajukan hearing kepada DPR Banyuwangi,”katanya Yunus,(11/1).

Sejauh ini, tidak ada komentar dari pihak PT.BSI. Mufizar Mahmud humas PT. BSI lebih memilih balik bertanya media yang konfirmasi dari pada menjawab subtansi konfirmasi kepentingan publick.(*kin).

Komentar

comments