Bukan Kasus Prostitusi Online, Sabtu Vanessa Bebas

Bukan Kasus Prostitusi Online, Sabtu Vanessa Bebas

Faktanews.co.id.-(Artis)- Vanessa Angel menangis mendengar vonis 5 bulan penjara yang dibacakan hakim PN Surabaya, Rabu (26/6/2019).

Vanessa Angel divonis bersalah Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya atas kasus penyebaran konten asusila bukan prostitusi online saat dia ditangkap sebelumnya.

Vanessa Angel dinilai melanggar pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat 1 UU RI No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi elektronik Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Majelis hakim yang diketuai Dwi Purwadi menjatuhkan hukuman pidana kepada Vanessa Angel dengan penjara selama lima bulan.

Dengan hitungan masa tahanan yang sudah dijalani sejak penaangkapan, Vanessa terhutung tanggal 29 bebas dari penjara.

“Menyatakan Vanessa terbukti bersalah dengan sengaja mentransmisikan informasi elektronik yang melanggar kesusilaan dipidana selama lima bulan,” kata ketua majelis Dwi saat bacakan amar putusan, Rabu, (26/6/2019).

Celebrity 27 tahun itu langsung memeluk seorang pengacaranya, Khalisa Permatasari, begitu mendengar hakim memvonisnya dalam kaitan kasus penyebaran konten asusila.

Saat Vanessa Angel keluar ruang sidang, para kuasa hukumnya mendekati serta menenangkan Vanessa Angel.

Saat ditemui, salah satu pengacara Khalisa mengaku bahwa tangis Vanessa adalah pertanda kekecewaan dirinya atas vonis tersebut. atas kasus dugaan penyebaran konten asusila mestinya Vanessa bebas karena chat pribadi tersebut bukan untuk kepentingan menyalahi hukum.

“Yang pasti dia kecewa atas vonis itu dan Vanessa enggak puas dengan hukuman itu, dia berharapnya bebas,” ungkap Khalisa, Rabu, (26/6/2019).

Salah satu kuasa Hukum Vanessa Angel, Abdul Malik, mengatakan sebenarnya pihaknya mengajukan banding atas vonis lima bulan yang dijatuhi oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya atas kasus dugaan penyebaran konten asusila karena hal itu chat pribadi bukan untuk kepentingan menyalahi hukum apalagi dikaitkan dengan kasus prostitusi online.

“Yang pasti dia kecewa atas vonis itu dan Vanessa enggak puas dengan hukuman itu, dia berharapnya bebas, dia hanya bilang bahwa dia ingin pulang,” ujar Khalisa, Rabu, (26/6/2019).

Menanggapi putusan yang dibacakan majelis hakim kuasa hukum Vanessa mengaku menerima, sedangkan JPU mengaku pikir-pikir.

Kuasa Hukum Vanessa Angel, Abdul Malik, mengatakan sejatinya pihaknya mengajukan banding atas vonis lima bulan yang dijatuhi oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya atas kasus dugaan penyebaran konten asusila tersebut.

Hukuman lima bulan dinilainya dirasa berat namun atas permintaan Vanessa Angel akhirnya tim kuasa hukum mengaku menerima putusan tersebut.

“Karena ini permintaan Vanessa Angel sendiri, meski kami juga keberatan atas putusan itu ya kami menerima,” terang Malik, Rabu, (26/6/2019).

Menurutnya, Vanessa mengaku capek dengan kasus yang dialaminya.

“Dia capek dengan kasus ini, makanya dia legowo karena sudah tahu dengan proses hukum yang berlaku,” lanjutnya.

Malik menambahkan, dengan putusan hakim, Vanessa sudah dapat menghirup udara bebas, Sabtu (29/6/2019) lusa.

“Kami akan jemput pada Minggu nya ya, tapi karena JPU masih pikir-pikir ya. Meskipun akan banding ya kami layani,” katanya.

Dalam proses hukum dipersidangan, beberapa hal yang meringankan Vanessa Angel.

Sebumnya, Kuasa Hukum Vanessa Angel, Abdul Malik mengaku bahwa tuntutan 6 bulan JPU terlalu berat karena menurutnya selama ini tidak ada saksi-saksi kunci yang dapat dihadirkan.

Lebih jauh menurut Malik, beberapa saksi ahli yang dihadirkan pun tidak sesuai fakta persidangan.

“Hanya satu saksi IT, dan saksi IT itu juga bohong juga, yang dari ITS, Jadi dia mengatakan hadir di Polda jam 9.00 WIB, ternyata di BAP nya jam 16.00 WIB. Jadi saksi yang benar itu saksi yang dari hotel,” kata Malik, Senin, (17/6/2019).

Sama dengan JPU, menurut Malik persoalan yang dialami Vanessa terkait Chatting pribadinya membuat Vanessa terpidana.

“Kalau ini dinyatakan bersalah, 200 juta masyarakat Indonesia akan sengsara semua, karena chatting pribadi akan membuat suatu orang terpidana. Insya allah ada tim lain,”katanya.(*hay).

Komentar

comments