Buat Surat Pernyataan, Ijin Tempat Karaoke Mendut, Asika Dan Maskot Dibuka Kembali

Buat Surat Pernyataan, Ijin Tempat Karaoke Mendut, Asika Dan Maskot Dibuka Kembali

Faktanews.co.id.- (Banyuwangi)- Hanya  berselang hari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi membuka kembali ijin tiga tempat karaoke mendut karaoke (Banyuwangi), Mascot (Sukowidi Klatak, Kecamatan Kalipuro) dan Asika (Kecamatan Rogojampi).

Ketiga lokasi Karaoke di Kecamatan berbeda itu sempat dicabut ijin usahanya karena ditemukan beberapa kali melakukan pelanggaran yang sudah ditentukan.

Salah satunya jam operasional yang mestinya tutup pukul  23.00. namun mereka baru tutup pukul 01.00 hingga pukul 02.00 dini hari.

Pihak Dinas juga mengaku sebelum dicabutnya ijin telah melayangkan surat peringatan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Muhammad Bramuda mengatakan, berkaitan dibuka kembali ijin ketiga tempat karaoke keluarga tersebut bukan berarti  pihaknya mengklarifikasi kemungkinan akan menutup dan mencabut ijin secara permanen tiga tempat Karaoke cukup terkenal di Banyuwangi itu bila melakukan pelanggaran kembali.

“Apabila ditemukan pelanggaran operasional maka akan dicabut permanen,”kata Bramuda.

Karena menurut Bram, kebijakan dibukanya kembali ketiga tempat karaoke itu tak lepas dari komitmen mereka yang difasilitasi Ketua Paguyuban Pengusaha Hiburan Banyuwangi (P2B) untuk mentaati Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Tempat Hiburan.

“Hasil pertemuan kemarin dengan ketua P2B ketiga tsb siap, patuh sesuai perda dan, menandatangani perjanjian diatas materai. Apabila ditemukan pelanggaran operasional makan akan dicabut permanen,”ungkapnya,(15/2).

Seperti diketahui, sebelumnya pada hari Rabu (13/2/2019) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Muhammad Bramuda mengatakan, mencabut ijin  usaha tiga tempat Karaoke Mandut Karaoke, Asika dan Mascot. karena banyak temuan pelanggaran berbeda.

Bram merincikan tempat karaoke tersebut merupakan hiburan keluarga mereka harus transparan.

“Misalkan ketika ada kegiatan didalam ruangan karaoke ya tidak boleh lampu dimatikan atau ditutup kelambu,”jelas Bram.

Begitu pula untuk Pemandu lagu (Purel), menurut Bram hal itu juga diatur dalam aktivitasnya.

“Kita tidak mengenal sebutan Purel, itu pemandu lagu harus berpakaian sopan dan seterusnya,”katanya.

Bram mengaku sebelum penutupan ataupun pencabutan ijin usaha Karaoke tersebut  pihaknya tentunya sudah mengirim surat peringatan tiga kali agar pengelola tempat Karaoke menaati peraturan.

Lebih jauh menurut Bram, ijin usaha mereka akan diberikan kembali dan usaha karaoke bisa buka kembali bila ketiganya sudah berjanji melalui surat akan taat terhadap aturan dan tidak melakukan kesalahan mereka masing-masing.

“pencabutan izin usaha tersebut berlaku mulai Rabo tanggal 13 Februari 2019 hingga waktu yang tidak di tentukan, bila masih bandel ya kita cabut ijin usahanya secara permanen,”tegasnya.(kin).

Komentar

comments

Tagged with