Bila RUU Advokat Disahkan, Advokat Yang Dilantik Setelah 2012 Tidak Akui

PERADI Tolak RUU advokatFaktanews.co.id.(Banyuwangi)- Ada perasaan lega dari perjuangan advokat ketika pada 24 kemarin RUU Advokat pengesahannya di tunda oleh DPR RI hingga  tanggal 30 September 2014

Wakil ketua Perhimpunan Advokat indoensia (Peradi) Banyuwangi Moch Djajuli SH. Mhum mengatakan, RUU Advokat disusun tidak berdasar masukan kurang lebih 35.000 Advokat seluruh Indonesia dari sabang sampai merauke.

Lebih jauh dijelaskan, dalam RUU Advokat ini independesi Advokat tidak ada di karenakan ada campur tangan pemerintah. “Dalam rangcangan RUU Advokat ini kemandirian organisasi tidak ada lagi, karena akan di bentuk dewan Advokat nasional (DAN) oleh pemerintah. dan akan di gaji oleh pemerintah melalui anggaran negara,” katanya.

Konsekwensi lainnya bila RUU disahkan, menurut djazuli beresiko akan banyak bermunculan organisasi Advokat baru. Karena hanya dengan 15 orang advokat bisa mendirikan organisasi yang sama. “bila ada advokat melanggar disiplin atau kode etik, advokat akan mudah berpindah bersembunyi di organisasi lainnya,” jelasnya (29/9)

Resiko lainnya dalam RUU Advokat juga berpotesni terjadi kericuhan di dalam internal profesi advokat, sebab advokat yang Advokat yang dilantik setelah tahun 2012 tidak diakui.”kasihan mereka yang baru dilantik malah tidak diakui,” katanya

Menurut djazuli munculnya RUU advokat hanya kepentingan segelintir orang yang ingin menjadikan advokat menjadi profesi tidak independen. “ makanya untuk memperjuangkan, kemarin perwakilan dari Peradi Banyuwangi berjumlah 11 orang pergi kejakarta ikut demonstrasi  berpartisipasi mengawal agar RUU tentang Advokat tidak disahkan,” jelasnya.(yayak/makin)

Komentar

comments

Tagged with