Bertugas Pengamanan Proyek Malah Main Mata, Jaksa Diborgol KPK

Bertugas Pengamanan Proyek Malah Main Mata, Jaksa Diborgol KPK

Faktanews.co.id.– Dinilai cukup untuk pemeriksaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan dua orang tersangka dari tersangka kasus dugaan suap pengaturan lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta TA 2019.

“Dilakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap 2 orang tersangka dalam Penyidikan kasus suap terkait lelang Proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta TA 2019,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (20/8).

Febri merincikan pihak yang ditahan  Direktur Utama PT. Manira Arta Mandiri Gabriella Yuan Ana (GYA) sebagai pemberi suap ditahan di rumah tahanan cabang KPK K4.

Gabriella disangka melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu Jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta, anggota Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Eka Safitra (ESF) ditahan di Rutan Cabang KPK C1.

Satu tersangka lainnya, Jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta, Satriawan Sulaksono, belum diamankan oleh KPK. Satriawan diminta KPK untuk bersikap kooperatif dengan menyerahkan diri ke KPK untuk proses lebih lanjut.

Sebagai pihak yang diduga penerima, Eka dan Satriawan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Senen, (19/8/2019) terkait lelang proyek pekerjaan rehabilitasi saluran air hujan di Jalan Supomo Yogyakarta, dengan pagu anggaran Rp10,89 M.(*hay).

Komentar

comments

Tagged with