Berpenduduk Lebih Banyak, Diera Reformasi Indonesia Sekali Juara Umum SEA Games

Berpenduduk Lebih Banyak, Diera Reformasi Indonesia Sekali Juara Umum SEA Games

Faktanews.co.id.- Mestinya raihan prestasi atau medali SEA Games 2017 ke XXIX yang baru ditutup Rabu (30/2017) bisa digunakan ajang gambaran even berikutnya menyusul Indonesia menjadi tuan rumah gelaran Asian Games 2018.

Justru Indonesia hanya menempati peringkat 5. Target hanya 55 medali emas, cuma 38 diperoleh.

Ini lebih buruk dari raihan pada 2009 lalu di Vientiane, Laos. Merah Putih meraih 43 emas. 

Catatan Indonesia di SEA Games ini sangat tidak sebanding bila mengacu jumlah penduduk dengan negara peserta Sea Games 2017.

Indonesia berpenduduk 261 juta hanya mampu meraih 38 emas. Sedangkan Singapura hanya berpenduduk 5,6 juta jiwa unggul finis di posisi 4 dengan 57 medali emas.

Jika dibandingkan dengan tuan rumah Malaysia yang menjadi juara umum, penduduk 32 juta jiwa sukses meraih 145 emas.

Menilik rekam jejak keikutsertaan Indonesia di SEA Games sejak 1977, prestasi olahraga Indonesia sempat pula merajai dengan kesuksesan jadi juara umum empat kali beruntun hingga 1983.

Sempat di SEA Games 1985, Thailand merebut posisi pertama dari Indonesia. Tetapi dua tahun (1987) hingga 1993 prestasi juara umum empat kali beruntun.

Puncak kejayaan di ajang SEA Games sebelum era reformasi saat jadi tuan rumah 1997 Indonesia digdaya meraih juara umum dengan 194 emas.

Di era setelah reformasi, hanya sekali Indonesia menjadi juara umum. sebagai tuan rumah pada 2011 capaian meraih 182 emas.

Untuk Sea Games 2017 selain target emas jauh terpenuhi, target perak dan perunggu Indonesia juga tidak tercapai.

Menilik Capaian Indonesia di SEA Games yang sempat merajai namun di era reformasi hanya pada tahun 2011 Indonesia menjadi juara umum.

Berikut catatan pelaksanaan Sea Games. Tahun 1977 di Malaysia – Indosia meraih 62 medali emas (peringkat 1).

Tahun 1979 Indonesia sebagai tuan rumah melanjutkan dominasinya menjadi juara umum dengan 92 medali emas.

Pada SEA Games 1981 di Filpina dengan 85 medali emas Indonesia berada peringkat puncak.

Tahun 1983 di Singapura dengan 64 medali emas Indonesia juga mempertahankan juara umum.

Hanya sekali Juara umum SEA Games 1985 label juara umum terlepas ketika tahun 1985 Thailand menjadi tuan rumah, dari beberapa kejadian cabang olah raga berakhir kontroversial merugikan Indonesia. Merah putih meraih 62 medali emas (peringkat 2).

Pada even berikutnya yaitu SEA Games 1987 Indonesia kembali mengambil alih juara umum dengan 185 medali emas.

SEA Games 1989 di Malaysia – 102 medali emas (peringkat 1).

Pada 1991 Filipina dengan 92 medali emas (peringkat 1).

SEA Games 1993 Singapura – 88 medali emas (peringkat 1).

Pada SEA Games 1995 Thailand selaku tuan rumah kembali mengambil alih juara umum sementara Indonesia meraih 77 medali emas (peringkat 2).

Berikut di SEA Games 1997 Indonesia dengan 194 medali emas merebut kembali diperingkat 1.

Diera Reformasi SEA Games 1999 pelaksaan di Brunei, kontingen merah putih hanya meraih 44 medali emas melorot peringkat 3.

SEA Games 2001 di Malaysia meraih 72 medali emas, peringkat 3.

Tahun 2003 di Vietnam mendapat 55 emas diperingkat 3.

SEA Games 2005 di Filpina meraih 49 medali emas melorot di peringkat 5
SEA Games 2007 Thailand – 56 medali emas (peringkat 4).

SEA Games 2009 Laos – 43 medali emas (peringkat 3).

SEA Games 2011 (diera roformasi) Indonesia meraih 182 medali emas (peringkat 1).

SEA Games 2013 Myanmar – 65 medali emas (peringkat 4).

SEA Games 2015 Singapura – 47 medali emas (peringkat 5).

SEA Games 2017 Malaysia – 38 medali emas (peringkat 5).

Sementara itu Presiden Joko Widodo akan melakukan evaluasi secara besar-besaran atas hasil yang dicapai SEA Games 2017 tersebut. 

“Nanti akan kita evaluasi besar-besaran,” kata Presiden Jokowi, disela-sela kunjungan kerjanya di Sukabumi Jawa Barat, Jumat 1 September 2017. 

“Mungkin minggu depan akan saya kumpulkan.” kata Jokowi mengenai prestasi jeblok Indonesia pada SEA Games 2017.(*hay).

Komentar

comments