Berawal PNS Ingin Bebas keluar masuk Hotel, Sindikat Pembuat KTP, KK, Akte Palsu Terbongkar

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)– Enam orang dua diantaranya perempuan ditangkap aparat Polresta Banyuwangi karena terkait dalam komplotan membuat Kartu Keluarga (KK), KTP, dan akta palsu.

SG merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Banyuwangi sebagai pemohon ditangkap bersama dengan lima orang lainnya dengan kaitan peran masing-masing MA, MH, S, HK, dan RP. Pelaku SG dan RP keduanya adalah perempuan.

Berawal oknum PNS Banyuwangi SG, ingin mengubah indentitas KTP hanya untuk memperoleh akses keluar masuk hotel atau penginapan dengan bebas.

Selanjutnya SG minta tolong temannya MA yang pernah cerita jika temannya bisa membuat KTP.

“Setelah mendapatkan identitas yang diinginkan SG, MA menemui temannya MH di Jember untuk membuat KTP.” kata Kombes Pol Arman Asmara, Jum’at (6/3/2020).

KTP palsu pesanan SG disepakati dengan harga Rp 200 ribu, hasilnya juga luar biasa sulit membedakan KTP asli dengan KTP palsu.

Betapa tidak, KTP yang diterbitkan juga lengkap dengan nomor induk dan diterbitkan oleh oleh Dispendukcapil setempat.

Dari sinilah semua terungkap ternyata hal ini bagian jaringan pembuat KTP palsu dengan modus mencetak file yang sudah diedit di komputer ditempel pada KTP bekas melalui S  dibeli dari tersangka lain HK dari instansi disalah satu kecamatan dijember dengan harga per KTP bekas Rp. 10 ribu.

Setelah mendapatkan KTP bekas ‘S’ menemui ‘RP’, kemudian ‘RP’ melakukan pemalsuan dengan cara mengganti identitas kependudukan sesuai permintaan berikut tandatangan yang sudah di seting dalam Komputer.

“KTP dipalsukan dengan cara mendaur ulang KTP bekas. Lengkap dengan nomor induk dan tanda tangan,” kata Kapolres Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Jumat, Dalam Pers Release (6/3/2020).

Pelaku pemalsuan dokumen negara ini, dijerat dengan pasal 96 A UU RI No. 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2006 dengan ancaman hukuman 10 tahun kurungan penjara.

Pasal tersebut menyusul, dalam pengembangan penyidikan, sindikat ini rupanya tidak hanya menerima pembuatan KTP palsu saja, mereka juga melayani pembuatan KK, akta cerai, akte kelahiran dan dekumen lain yang diantaranya juga bertarif Rp.200 ribu.

Dari nilai itu hasilnya, calo pencari pemohon diberi imbalan Rp 50 ribu.

Dari surat dekumen tersebut seakan dikeluarkan oleh oleh kantor dispenduk pemesan.

Hebatnya untuk presedur pembuatan mereka meminta pemohon terlebih dahulu diharuskan melengkapi dokumen seperti pengantar dari RT/RW dan desa.

Dari tangan pelaku polisi mengamankan, KTP aspal berinisial SG, satu unit computer, sebuah printer. Sejumlah diantaranya KK, akte cerai, surat keterangan, Ijazah, handphone berbagai merk, serta 30 stempel berbagai jenis.(si/kin).

Komentar

comments

Tagged with