Bentrok Uniba Banyuwangi, Diduga Dihajar Preman Bayaran, 4 Terluka 1 Dirawat Rumah Sakit

Bentrok Uniba Banyuwangi, Diduga Dihajar Preman Bayaran, 4 Terluka 1 Dirawat Rumah Sakit

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- beberapa orang preman menyerang gedung Kampus C Uniba PGRI Banyuwangi pimpin Rektor Dr.Sadi.MM (20/3/2018).

Penyerangan beberapa preman melukai empat satpam yang saat itu bertugas di area kampus.

Ini menjadikan ketakutan para mahasiswi yang berada di dalam kampus mereka nampak syok sebagian lainnya berteriak-teriak dan menangis.

Bambang salah satu satpam yang sempat dipukul hingga terjelembab jatuh dilarikan di RSUD Blambangan guna mendapatkan perawatan atas insiden pemukulan yang di lakukan oleh preman yang diduga sewaan dari salah satu kubu.

Insiden ini berawal dari isu baner yang dipasang kubu kampus B Uniba dicopot kubu kampus C.

“Mereka datang terjadi adu mulut dengan para Satpam mereka (preman) memukuli pak Satpam,” kata sumber ditempa kejadian.

Seperti dijetahui, bermula karena tidak terima kubu Teguh Sumarsono atas terpilihnya Dr Sadi.MM sebagai rektor karena di anggap sebagai rektor tunjukan dan tidak melalui dari pihak senat.

Sementara itu Rektor UNIBA PGRI Dr Sadi menyayangkan premani yang datang dari Gedung B yang saat ini di kuasai oleh Teguh Sumarsono.

“Ya jangan begitu lah ini yang saya sesalkan ini kok sampai ada tindakan seperti ini, ini kampus tempat pendidikan “‘ujar Dr sadi

Hingga berita ini ditayangkan belum ada komentar dari Drs Teguh Sumarno MM yang saat ini juga ketua PGRI Banyuwangi.

Mahasiswa Uniba Banyuwangi Vn, EM, kepada Faktanews.co.id mengungkapkan kegamangan akibat konflik tersebut.

“Kami sebagai Mahasiswa Universitas Banyuwangi (UNIBA) merasa dibingungkan oleh kedua kubu yang berbeda. Bukan hanya masalah dimana kita harus bertempat untuk beraktivitas sebagai mana biasanya, tapi juga karena masalah pembayaran dan KRS.

Berkaitan kejadian ini, di ruang Sms center Faktanews.co.id Banyak keluhan dari mahasiswa Uniba Banyuwangi yang merasa kampusnya sudah tidak sehat dan berharap kedua kubu bersikap dewasa sebagai orang berpendidikan.

Sementara Sms Lain mengungkapkan dunia pendidikan ada aturan main yang harus ditaati, tidak sebaliknya ambisi pribadi mengalahkan tauladan jati diri.

“Saya sesalkan kok sampai begini, bersikap dewasa jangan saling sikut kampus itu tempat orang berpendidikan bukan tempat preman atau tempat kekuasaan …ayo cari rezeki yang halal,” ujar 081576888xxx.

Seperti diketahui, Habisnya waktu jabatan Rektor Drs Teguh Sumarno habis masa jabatan tanggal 2 Februari 2018 memunculkan persoalan.

Senat hanya mengajukan nama pilihan satu calon yakni Teguh Sumarno yang sudah menjabat empat periode, sedangkan regulasi maupun statuta perguruan tinggi hanya membolehkan dua periode.

Akibatbya Ketua Pusat PGRI melakukan penunjukan dan pelantikan Dr. H.Sadi.MM Selaku ketua PPLP-PT PGRI Banyuwangi menjadi Rektor Universitas PGRI Banyuwangi. (nov/kur/kin).

Komentar

comments