Warga Kembali Hadang Truck Logistik Perusahaan Tambang Emas Tumpang Pitu

Warga Kembali Hadang Truck Logistik Perusahaan Tambang Emas Tumpang Pitu

Faktanews.co.id.(Banyuwangi)- Truck keluar dan masuk perusahaan tambang emas Tumpang Pitu yang melewati jalan Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran kembali dihadang dan dihentingan puluhan warga Desa setempat Kamis malam, (10/1/2019).

Tujuh unit truck tronton pengangkut bahan logistik untuk keperluan tambang emas Tumpangpitu tersebut terpaksa harus kembali ke area perusahaan dengan dikawal anggota Obyek Vital Nasional (Ovitnas) Polda Jatim.

Ini merupakan hari ketiga aksi yang sama dilakukan hampir seratus warga setempat terkait perusahaan penambangan belum bisa menunjukan surat rekomendasi atau ijin klasifikasi pengunaanan jalan dari instansi terkait dinas perhubungan dan PU Bina Marga Cipta Karya.

Warga menilai PT Bumi Suksesindo (BSI) sebagai pengelola tambang dianggap tidak bertanggungjawab terhadap kerusakan yang ditimbulkan

Sebagaimana hari dan malam sebelumnya hingga malam ke tiga dini hari tadi belum ada solusi terkait hal tersebut.

Sebelumnya. akibat aksi blokade warga kendaraanan truck tronton bermuatan logistik PT BSI terpaksa balik dan ditempatkan di depan SPBU jajagĀ  Kecamatan Gambiran setelahnya diinformasikan dipindah ke wilayah Desa Wonosobo, Kecamatan Srono.

“Sampai kapan pun saya tidak terima, Penambangan harus ditutup,” kata salah satu warga Nur Aini.

Kepala harian Obvitnas,, Kompol Mustakim mengatakan truck tersebut memuat logistik yang diperlukan didalam pertambangan.

“Logistik ini mengangkut semen dan BBM untuk keperluan industri di dalam,” Jelasnya kepada media.

Menurut Mustakim, perusahaan tambang PT.BSI sebenarnya akan menunjukkan surat ijin rekomendasi penggunaan jalan dikecamatan setempat (Pesanggaran).

“Tunggu senin karena pak camat sedang sakit,” Kata Mustakim.

Sementara itu koordinator aksi, Yus Anang mengatakan, warga akan terus melakukan pemblokadean jalan hingga surat rekomendasi pengunaan jalan dari instansi terkait diperlihatkan kepada warga.

Surat rekomendasi pengunaan jalan sudah kedaluarsa sejak 31 Desember 2018.

Selain itu menurutnya, dampak dari kendaraan berat yang keluar masuk perusaahan tambang emas gunung tumpang pitu PT. BSI yang tidak sesuai klasifikasi berakibat jalan setempat bergelombang dan rusak terkadang berbuah banyak kecelakaan.

“Kita hanya ingin tahu agar mereka menunjukan surat rekomendasi ijin penggunaan jalan, mana suratnya, apa susahnya hanya menunjukkan surat aja, kita tetap tidak memberi ijin sampai semua komitmen disepakati,” jelas Yus bersemangat

Rencana pertemuan di kecamatan salah satunya ditunjukkan surat rekom pengunaan jalan.

Hal itu menurut Yus terkesan terlalu berbelit belit dan hanya memakan waktu.

Yus mengatakan jika PT. BSI awalnya berjanji akan menemui warga, namun tidak ditepati. Dan saat ini menjanjikan lagi untuk melakukan pertemuan lagi.

“Semalam sebenarnya sudah menjadi gambaran, betapa perkasanya sang kapitalis,”ungkap yus via selulernya. (kin).

Komentar

comments

Tagged with