Beda Arah Dukungan Calon Cagub-Cawagub, Internal Perindo Banyuwangi Bergolak

Beda Arah Dukungan Calon Cagub-Cawagub, Internal Perindo Banyuwangi Bergolak

Faktanews.co.id.(Banyuwangi)- Perbedaan dukungan Cagub dan Cawagub Jawa Timur, No. 1 atau No. 2, penyebab kemelut di Internal Perindo Banyuwangi terus melebar menjadi konflik internal.

Mereka yang dipecat dari kepegurusan melakukan perlawanan, Ketua DPC Partai Perindo Banyuwuwangi Yuzaen Jasties, saat ditemui di sekretariatnya Jalan Ijen 09 Banyuwangi. Meski sempat menghindar komumikasi panjang namun akhirnya dia menjelaskan,

Persoalan tersebut menurutnya akibat ketua DPD masih kurang legowo dalam menyikapi masukan dan menutup diri sampai menonaktifkan saya dari kabar yang tersiar.

Yang aneh menurutnya, di nonaktifkan dirinya yang diinformasikan dilakukan oleh DPW atas petunjuk informasi DPD menimbulkan tanda tanya terkait penerbitan dua surat SK DPC Bwi namun nomor dan legalisasi tanggal nya sama.

Ini akal akalan apa kok saya terima 2 SK, jelas saya butuh klarifikasi dan harus tegas kalau memang saya sudah tidak diperlukan lagi dengan aturan yang jelas dan bukti yang ada sehingga bukan sekedar psywar yang selama ini saudara irul (Khairul Falah. S.sos), selaku Ketua DPD Perindo Banyuwangi,” kata Jastis tertawa.

Seperti diketahui, Ketua DPD Partai Perindo Banyuwangi, Khairul Falah S.Sos menyatakan telah memberhentikan empat kader partainya, Keempat Ketua DPC itu adalah Yusaen Jasties Ketua DPC Banyuwangi Kota, David Firmansyah Ketua DPC Glenmore, Ali Ridho Ketua DPC Muncar, dan Roso Heru Ketua DPC Kalibaru.

Keempatnya terindikasi akan mengkudeta Ketua DPD. Caranya, mereka terang-terangan menolak keputusan DPP Perindo yang mendukung paslon Gusti. Sikap ketidakpatuhan keempat Ketua DPC itu terhadap kebijakan partai, dinilai sebagai upaya melawan kebijakan DPP.

Sementara itu ketua DPC Srono Gepeng Waskito, juga tak terima bila ada pihak yang menilai dirinya sebagai salah satu aktor pembelokan dukungan kepada paslon nomor urut 1 Khofifah – Emil Dardak sedangkan keputusan Perindo mendukung paslon nomor urut 2 Gus Ipul – Mbak Puti.

Gepeng didampingi Yuzaen dan Ali Ridho menilai yang disampaikan ketua DPD Perindo Banyuwangi Khairul Falah tersebut kurang berdasar.

“Ini aneh bin ajaib kalau saya dikatakan mengaku-ngaku sebagai Ketua DPC. Lha selama saya bergabung di Partai Perindo dengan jabatan ketua DPC Srono, ini yang menunjuk ya saudara Khairul (ketua) DPD Banyuwangi. surat mandatnya yang bertanda tangan juga ketua dan sekretaris,” kata Gepeng. Rabu siang (18/4/18).

Lebih jauh Gepeng, Jasties maupun Ali Ridho menyatakan, deklarator dukungan tersebut merupakan keputusan bersama.

“Kami siap dikonfrontir dengan saudara Tutut Jatmiko. Karena pada saat deklarasi di Resto Bunda Jajag, saudara Jatmiko datang langsung dan bersedia secara sukarela menjadi deklarator,”katanya kompak.

Sementara itu, Ketua Bidang Hukum DPD Partai Perindo Banyuwangi, Alexs B Setiyawan menyatakan, terkait kepatuhan terhadap keputusan partai, mereka berempat sulit menggelak.

pihaknya menemukan fakta dan bukti yang setiap saat akan bisa dilanjutkan kepada ranah hukum.

“dalam hal deklarasi pemindahan dukungan Cagub- Cawagub, Peran David sebagai penyiap naskah deklarasi, dan Ali Ridho mewawancarai Jatmiko yang dikondisikan seakan-akan sebagai deklarator itu satu contoh,” kata Alexs,Rabo malam, (18/4/2018).

Lebih jauh menurut Alexs, banyak kesalahan dan bukti mengarah kepada perbuatan pidana, ada pula laporan kepada DPW mengandung fitnah terkait adanya korupsi.

“kita juga telah datang kepada DPW. yang dikorupsi apanya, wong duit saja kita belum punya,” Jelas Alexs. (kur/kin)

Komentar

comments