BEC 2015. Tema Pernikahan Suku Using Hasil Diskusi Dengan Budayawan

BEC 2015

                                                                                                            BEC 2015

Faktanews.co.id.(Banyuwangi)- Ajang “Banyuwangi Ethno Carnival” (BEC) yang akan digelar pada Sabtu, 17 Oktober 2015, mengangkat tema mengenai pernikahan warga suku asli daerah itu, yakni Using.

Bupati Banyuwangi Abdullah azwar Anas di Banyuwangi, Jawa Timur, Jum’at (16/7) menjelaskan, karnaval megah yang akan dibuka Menteri Pariwisata Arief Yahya ini akan menghadirkan ratusan peserta yang memperagakan ragam pengantin ala Suku Using dalam balutan kostum kontemporer.

“Kami terus konsisten mengeksplorasi budaya kami. Banyuwangi Ethno Carnival pun kami gelar dengan tema khusus tiap tahunnya karena budaya lokal kami yang memang sangat kaya. Setelah tahun-tahun sebelumnya sempat mengangkat Gandrung dan Barong Using, tahun ini yang kami persembahkan adalah tradisi pengantin Suku Using,” katanya.

Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini sendiri merupakan daerah yang ditempati beragam etnis. Salah satunya adalah Suku Using yang merupakan suku asli daerah itu.

Anas menambahkan, pemilihan tema yang akan diangkat dalam setiap kegiatan akbar budaya Banyuwangi merupakan hasil diskusi dengan sejumlah budayawan dan seniman Banyuwangi.

Mengingat mereka dinilai memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih tentang tradisi serta budaya yang berkembang di Banyuwangi.

“Dalam penyusunan temanya kami selalu melibatkan budayawan serta seniman. Selain mereka memiliki pengetahuan lebih, pelibatan mereka ini untuk menjaga norma serta pakem-pakem tradisi setiap atraksi budaya yang akan kami tampilkan. Saat daerah lain getol membawa tema global dalam event budaya lokal, kami justru memperkenalkan budaya lokal ke publik global,” tutur Anas.

Karnaval yang memadukan modernitas dengan seni tradisional ini akan dibagi tiga subtema, yaitu Sembur Kemuning, Mupus Braen Blambangan, dan Sekar Kedaton Wetan.

Sembur Kemuning merupakan upacara adat pengantin masyarakat pesisiran di Banyuwangi. Kostum yang dikenakan didominasi warna kuning, jingga dan ungu.

Sementara Mupus Braen Blambangan yang didominasi warna merah, hitam dan emas merupakan upacara adat pengantin masyarakat kelas menengah. Sekar Kedaton Wetan merupakan upacara adat untuk pengantin kaum bangsawan yang nantinya akan diperagakan penampil dengan kostum dominasi warna hijau dan perak. (vi/makin)

Komentar

comments