BEC 2015, Perang Bangkat Pengantin Using

BEC 2015 Pengantin Using

              BEC 2015 Pengantin Using

Faktanews.co.id.(Banyuwangi)- “Dalam gelaran BEC ini, pengantin Using akan ditampilkan dalam bentuk desain fashion yang berkarakter oleh para desainer muda Banyuwangi. Inilah yang membedakan BEC dengan ajang serupa dari daerah lain, karena kami fokus dan bangga pada kebudayaan sendiri,” Kata Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Yanuar Bramuda.

Dalam gelarannya nanti, kata Bramuda, parade BEC akan dimulai dari Taman Blambangan dengan panggung seluas 10 x 16 meter dan dilengkapi “cat walk” sepanjang 70 meter.

Pergelaran ini, katanya, akan diawali tari Gandrung kolosal. Setelahnya, akan disambung prosesi ritual adat kemanten Using, yakni perang bangkat. Sebuah ritus adat yang dilakukan dalam acara pernikahan apabila kedua atau salah satu mempelai adalah anak terakhir atau anak “kemunjilan”.

Ritual perang bangkat ini diawali dengan “padu-paduan” atau sahut-menyahut antar perwakilan keluarga kedua mempelai yang saling meminta agar anak mereka bisa dipersatukan.

“Padu-paduan ini akan diakhiri dengan kata sepakat dari kedua keluarga untuk menyatukan mempelai dan diikuti penyerahan uba rampe kepada keluarga pengantin perempuan. Yakni berupa kembang mayang, bantal yang dibungkus dengan tikar dan seekor ayam betina yang tengah mengerami telurnya,” paparnya.

Usai prosesi ini, penonton akan menyaksikan lima penampil khusus BEC dari mancanegara. Menyusul di belakangnya parade defile best BEC 2015 yang kemudian diikuti penampilan 37 peserta BEC cilik yang menampilkan kostum pengiring manten Using.

Selanjutnya, penampil utama The Usingnese Royal Wedding akan menghibur penonton dengan beragam kostum kreasinya yang moderen dan kontemporer. Diawali dari penampil BEC Sembur Kemuning, lalu barisan kemanten Mupus Braen Blambangan dengan warna kostumnya yang menyala. Di barisan terakhir, puluhan kemanten dengan kostum bertemakan Sekar Kedaton Wetan akan menjadi pamungkas. (makin)

Komentar

comments